Sleman — Pemuda RW 42 Singosutan, Padukuhan Sembego, Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, menguatkan komitmen pengelolaan sampah berbasis kemasyarakatan melalui gerakan sedekah sampah. Aksi nyata yang dimotori generasi muda ini digelar pada Minggu (30/08/2026) sebagai langkah konkret mendukung program strategis Sleman Tuntas Sampah.
Gerakan ini berfokus pada pengumpulan serta pemilahan sampah anorganik yang berasal dari setiap rumah tangga di wilayah RW 42 Singosutan. Kelompok pemuda kemudian memilah dan mengelola kembali barang bekas tersebut agar memiliki nilai guna serta nilai ekonomi sirkular sebelum disalurkan ke rantai daur ulang.
Pengelola Sedekah Sampah Singosutan, Muhammad Rafly Nur Ridwan, menegaskan pentingnya keberanian generasi muda dalam mengambil inisiatif penanganan masalah sampah dari tingkat paling lokal.
“Anak muda di Kabupaten Sleman harus berani mengambil peran dalam mengatasi persoalan sampah. Langkahnya bisa dimulai dari lingkungan sendiri melalui aksi yang sederhana, konsisten, dan melibatkan warga. Pemilahan dari rumah menjadi kunci. Ketika warga sudah terbiasa memisahkan sampah, proses pengelolaan berikutnya akan lebih mudah dan jumlah sampah yang terbuang juga dapat ditekan,” ujar Muhammad Rafly Nur Ridwan di sela-sela kegiatan.
Ia menambahkan, gerakan sedekah sampah ini didesain tidak sekadar untuk mengumpulkan limbah rumah tangga, melainkan sebagai wadah edukasi agar budaya memilah sampah dari sumbernya menjadi kebiasaan baru di tengah masyarakat.
“Gerakan ini kami arahkan agar warga tidak hanya menyerahkan sampah, tetapi juga memahami pentingnya memilah dan mengelolanya sejak sumber. Kesadaran seperti ini yang perlu terus diperkuat. Kalau setiap wilayah bergerak dari lingkungannya masing-masing, upaya pengelolaan sampah akan semakin kuat. Kami ingin pemuda ikut menjadi penggerak agar perubahan itu tumbuh dari warga sendiri,” tegasnya.
Melalui konsistensi gerakan Sedekah Sampah Singosutan ini, para pemuda Maguwoharjo berharap kesadaran lingkungan warga semakin meningkat sekaligus mampu menekan volume residu sampah di Kabupaten Sleman secara berkelanjutan. (Athiful/KIM Depok)


