Lebih Baik Merawat Daripada Membangun

Sleman — Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sleman menekankan pentingnya komitmen panjang dan konsistensi dalam menjaga keberlangsungan Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM). Prinsip “lebih baik merawat daripada membangun” menjadi komitmen utama Dinsos Sleman yang disampaikan dalam giat Pembinaan WKSBM Berkah Rahayu di Padukuhan Gamplong 5, Kalurahan Sumberrahayu, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, pada Senin (31/08/2026).

Kegiatan yang bertempat di kediaman dukuh setempat tersebut menjadi penutup dari rangkaian pembinaan maraton Dinsos Sleman sepanjang Agustus 2026. Pembinaan ini dirancang untuk merevitalisasi dan menjaga eksistensi kelembagaan sosial di tingkat akar rumput, mengingat dari total 98 WKSBM yang tersebar di wilayah Sleman, sebanyak 18 di antaranya tercatat kurang aktif.

Ketua Tim Kelompok Kerja Kelembagaan dan Partisipasi Sosial Dinsos Sleman, Sri Handayani, menegaskan bahwa merawat kelembagaan membutuhkan kesabaran dan kerja sama yang konsisten dibandingkan sekadar mendirikannya.

“Membangun hanya butuh momentum, semangat, siasat, dan modal awal. Sedangkan merawat membutuhkan konsistensi, komitmen panjang, kesabaran, dan biaya berkelanjutan. Di era digitalisasi ini WKSBM lebih kompleks dalam pelayanannya. Selain permasalahan sosial di lingkungan, kita sebagai ujung tombak dalam permasalahan Perlinsos,” ujar Sri Handayani di sela-sela pembinaan.

Ia menggarisbawahi pentingnya kolaborasi ketat antara pengurus WKSBM, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kapanewon (TKSK), Forum WKSBM, serta pemerintah kalurahan setempat demi memperkuat jaring pengaman sosial warga.

Selain itu, Dinsos Sleman juga membuka akses kemitraan strategis dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sleman untuk mendukung program pemberdayaan ekonomi, bantuan modal usaha, hingga perbaikan rumah tidak layak huni. Pengurus WKSBM dan warga yang membutuhkan bantuan tersebut diimbau untuk berkoordinasi langsung melalui TKSK maupun Dinsos Sleman agar penanganan masalah sosial dapat berjalan optimal dan tepat sasaran. (Giek/KIM Moyudan)

image_pdfimage_print
Bagikan: