Sleman — Tim Penggerak (TP) PKK Kalurahan Margorejo menggelar Sekolah Keterampilan Pokja 2 di Ruang Rapat Kalurahan Margorejo Lama, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, pada Senin (31/08/2026). Pelatihan yang berfokus pada pembuatan olahan boga brownies choco lava ini diselenggarakan sebagai ruang belajar untuk mendorong perempuan agar lebih produktif serta berdaya secara ekonomi.
Dalam kegiatan yang menghadirkan Mukhotimah sebagai pemateri dan tutor tersebut, para peserta diberikan praktik langsung pembuatan kue serta pembekalan teknis usaha rumahan. Peserta diajarkan cara mengolah bahan pangan berkualitas, menghitung estimasi biaya produksi, menentukan harga jual yang kompetitif, hingga strategi pemasaran produk di lingkungan masyarakat sekitar.
Ketua Pokja 2 TP PKK Margorejo, Enjang Dwi Retnoningsih, menyampaikan bahwa penguasaan tata boga memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi usaha mikro yang mampu menyokong ekonomi keluarga.
“Harapannya, keterampilan yang diperoleh tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi bisa dipraktikkan di rumah dan dikembangkan menjadi peluang usaha. Perempuan bukan sekadar penerima manfaat program, melainkan pelaku yang memiliki kemampuan mengembangkan potensi diri dan memberikan kontribusi terhadap ekonomi keluarga,” ujar Enjang Dwi Retnoningsih di sela-sela pelatihan.
Selain mengasah keterampilan teknis olahan pangan, program ini juga didesain untuk memperkuat kapasitas organisasi dan kepemimpinan kader melalui sistem pembagian tugas bergiliran antarpadukuhan. Pada kesempatan kali ini, Padukuhan Tegalrejo mendapat kepercayaan untuk bertugas memimpin jalannya acara, mulai dari pembawa acara, dirigen, hingga pendamping tutor.
“Dengan sistem bergiliran, setiap padukuhan memiliki kesempatan untuk mengambil peran. Mereka belajar bekerja sama, berkomunikasi, tampil di depan, sekaligus bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan,” tambah Enjang.
Melalui keberlanjutan Sekolah Keterampilan ini, TP PKK Margorejo berharap para kader dapat menularkan ilmu yang didapat kepada warga di padukuhan masing-masing, sehingga menciptakan multiplier effect bagi kemandirian ekonomi perempuan di wilayah Sleman. (SBD/KIM Tempel)


