Susur Sungai Code: Menjaga Ekologi, Membuka Peluang Wisata dan Ekonomi Warga

Sleman — Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (SPs UGM) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa Susur Sungai Code pada Jumat (04/09/2026). Perhelatan yang digelar dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-43 SPs UGM tersebut bertujuan memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan komunitas lokal dalam menjaga kelestarian ekosistem air sekaligus merintis potensi wisata sungai.

Rangkaian acara diawali dengan pelepasan jangkrik, burung, dan ikan di bantaran sungai sebagai simbol keberlanjutan ekologi. Pelepasan satwa tersebut dilakukan oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Abu Bakar, serta Dekan Sekolah Vokasi UGM, Agus Maryono. Peserta kemudian melakukan susur sungai menggunakan perahu dayung menyusuri rute kawasan Sendowo/Blimbingsari hingga Pasar Minggon di dekat Jembatan Sarjito, Jetis.

Dekan Sekolah Pascasarjana UGM, Siti Malkhamah, menegaskan pentingnya aksi nyata lintas sektor agar keberadaan sungai dapat terus memberikan manfaat ekologis sepanjang tahun tanpa menimbulkan bencana.

“Bagaimana kita bersama-sama menjaga sungai, dengan harapan pada musim kemarau sungai tidak kering dan ketika musim hujan tidak menimbulkan banjir. Membantu masyarakat tidak cukup hanya dengan menjadi narasumber, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata,” ujar Siti Malkhamah di sela-sela kegiatan.

Dukungan serupa disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Abu Bakar. Pihaknya menggarisbawahi komitmen Pemkab Sleman untuk berkolaborasi dengan Pemkot Yogyakarta dan UGM demi mengintegrasikan pemeliharaan lingkungan dengan pengembangan kawasan wisata.

“Sleman dan Kota berkolaborasi bersama UGM. Hari ini kita perjuangkan agar Kali Code menjadi satu-satunya wisata susur sungai dari Sendowo/Blimbingsari sampai Jetisharjo, dengan harapan masyarakat bisa bahagia karena lingkungannya bersih,” tutur Abu Bakar.

Melalui kegiatan susur sungai ini, para pemangku kepentingan berharap pemantauan kondisi lingkungan dan deteksi dini kebencanaan di sepanjang aliran Sungai Code dapat dilakukan secara rutin. Selain itu, kolaborasi dengan komunitas Pemetri Sungai Code dan operator perahu diharapkan mampu mewujudkan paket wisata berbasis lingkungan yang memberikan dampak ekonomi nyata bagi warga sekitar. (Y. Edy Setyoharjo/KIM Pijar Mlati)

image_pdfimage_print
Bagikan: