Sleman — Perkumpulan Muda Mudi (PERMADI) Padukuhan Jamblangan menyatakan kesiapannya membentuk Komunitas Pengelola Sampah Mandiri (KPSM) guna mendukung visi Kabupaten Sleman Tuntas Sampah 2029. Komitmen tersebut disepakati dalam pertemuan rutin organisasi kepemudaan yang dihadiri sekitar 40 anggota di RT 02 RW 26 Padukuhan Jamblangan, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (05/09/2026).
Langkah pemuda Jamblangan ini merespons Surat Edaran Bupati Sleman Nomor 0516 Tahun 2026 yang mengamanatkan pembentukan minimal satu KPSM di setiap padukuhan. Selain berorientasi pada kelestarian lingkungan, PERMADI membidik pengelolaan sampah terpadu ini agar dapat dikembangkan menjadi salah satu unit usaha ekonomi kreatif organisasi.
Petugas Pendamping Pengelolaan Sampah (P3S) Kapanewon Seyegan, Sutarto Agus, menegaskan pentingnya kolaborasi aktif elemen pemuda untuk mengurai persoalan limbah domestik yang kian meningkat dari rumah tangga.
“Pemerintah tidak dapat mengelola sampah sendiri. Perlu kelompok masyarakat yang peduli untuk menjadi relawan, yang bukan saja menjadi pelaku, tetapi juga menjadi inisiator terbentuknya lembaga pengelola sampah. Yang tidak kalah penting, sampah organik harus selesai di rumah tangga dan seluruh aktivitas KPSM nantinya wajib terdaftar di aplikasi SIOSESTU,” ujar Sutarto Agus dalam arahannya.
Dalam kesempatan tersebut, P3S Kalurahan Margomulyo, Asih Rahayu, turut memaparkan opsi mekanisme operasional KPSM, baik melalui sistem Bank Sampah maupun Sedekah Sampah yang disesuaikan dengan kondisi warga setempat, serta berkomitmen mengawal penerbitan Surat Keputusan (SK) Lurah.
Ketua PERMADI Jamblangan, Muhammad Ridho Kurniawan, menyambut baik pendampingan teknis dari P3S dan menyatakan siap mematangkan struktur kepengurusan KPSM di tingkat padukuhan.
“Kami menyambut baik sosialisasi ini. Secara teknis kami akan tetap meminta pendampingan dalam kegiatan pemilahan sampah. Untuk administrasi, kami akan melakukan pertemuan pembentukan KPSM, menentukan nama, kemudian mengajukan SK ke Kalurahan,” kata Muhammad Ridho Kurniawan.
Melalui inisiatif pemuda di tingkat tapak ini, PERMADI Jamblangan berharap gerakan pemilahan dan pengolahan sampah mandiri dapat berjalan konsisten serta menginspirasi padukuhan lain di wilayah Kabupaten Sleman. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)


