Pramuka Garuda Antarkan Bimasakti Masuk Stembayo Lewat Jalur Prestasi

Sleman — Predikat tertinggi Pramuka Garuda berhasil melengkapi deretan prestasi Bimasakti Manusakerti, pelajar asal Trihanggo, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, hingga mengantarkannya lolos masuk ke SMK Negeri 2 Depok (Stembayo) pada tahun ajaran 2026/2027. Lulusan SMP Negeri 8 Yogyakarta ini resmi diterima pada jurusan Geologi Pertambangan melalui penerimaan jalur prestasi.

Saat ditemui di kediamannya di Trihanggo, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, pada Minggu (06/09/2026), Bimasakti menceritakan perjalanannya mengumpulkan rekam jejak prestasi di bidang kepramukaan, baris-berbaris, hingga seni bela diri. Berbagai kompetisi yang ia ikuti selama jenjang sekolah menengah pertama menjadi kawah candradimuka dalam membentuk karakter kepemimpinan, kedisiplinan, serta ketahanan fisik.

Bimasakti menegaskan bahwa predikat Pramuka Garuda bukan sekadar penanda kecakapan teknis, melainkan representasi dari proses pembentukan mental dan karakter kerja yang sangat relevan untuk mendukung pendidikan vokasi.

“Nilai-nilai tersebut sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan vokasi yang menuntut peserta didik memiliki karakter kerja sekaligus kompetensi teknis. Rangkaian pengalaman ini menjadi bekal penting bagi saya ketika memasuki Stembayo dan memilih jurusan Geologi Pertambangan, sebab bidang ini membutuhkan ketelitian, kedisiplinan, ketahanan fisik, kemampuan bekerja dalam tim, serta kepatuhan terhadap standar kerja,” ujar Bimasakti.

Rekam jejak prestasinya terbilang gemilang. Pada 2024, selaku Ketua Dewan Penggalang SMP Negeri 8 Yogyakarta, ia memimpin regunya meraih Juara Harapan II Lomba Tingkat (LT) III Kwarcab Kota Yogyakarta dan Juara Harapan I LT IV Kwarda DIY. Di bidang baris-berbaris, ia menyabet Juara I LBB Tonti Kodim 0734 Kota Yogyakarta (2024), Juara I LBB Sagara tingkat Provinsi DIY (2025), serta Juara III LBB Stembayo tingkat DIY (2025). Tak hanya itu, pada 2025 ia juga mengukir prestasi olahraga sebagai Juara II Kejuaraan Daerah Tarung Derajat se-DIY kelas 62,1–66 kilogram.

Melalui konsistensi pengembangan bakat non-akademik tersebut, Bimasakti membuktikan bahwa keaktifan di organisasi kepramukaan dan olahraga mampu membuka peluang luas bagi generasi muda untuk menembus sekolah vokasi unggulan di Daerah Istimewa Yogyakarta. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)

image_pdfimage_print
Bagikan: