Cegah Stunting Lebih Cepat, Margomulyo Uji Pemanfaatan Stunting Meter Digital

Sleman — Upaya pencegahan stunting di Kalurahan Margomulyo terus diperkuat melalui kolaborasi Pemerintah Kalurahan Margomulyo dan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Salah satu inovasi yang dikembangkan yakni pemanfaatan Stunting Meter Digital untuk mendukung intervensi pencegahan stunting secara lebih cepat dan terukur.

Pengembangan inovasi tersebut menjadi bagian dari Program Pengembangan Desa Sehat (PPDS), program pengabdian masyarakat unggulan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta yang menjadikan Kalurahan Margomulyo sebagai salah satu wilayah mitra dan desa binaan.

Perkembangan program dievaluasi melalui Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pengabdian Unggulan Nasional PPDS di Gedung Serbaguna Kalurahan Margomulyo, Senin (7/9/2026). Kegiatan dihadiri perwakilan kader kesehatan, Puskesmas Seyegan, dukuh, serta tokoh masyarakat.

Ketua Tim pengabdi, Tri Siswati memaparkan perkembangan dan capaian program. Selain pencegahan stunting, program PPDS mencakup penyuluhan kesehatan, pendampingan pola hidup bersih dan sehat, peningkatan kapasitas kader Posyandu, serta penguatan kolaborasi lintas profesi kesehatan yang melibatkan dosen dan mahasiswa.

Perwakilan Kementerian Kesehatan RI, Hendro Saputro turut memberikan arahan secara daring melalui Zoom. Dalam arahannya disampaikan pentingnya menjaga keberlanjutan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kalurahan, dan masyarakat dalam mendukung terwujudnya lingkungan serta masyarakat yang semakin sehat.

“Keberlanjutan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kalurahan, dan masyarakat menjadi hal penting untuk mendukung terwujudnya lingkungan serta masyarakat yang semakin sehat,” ujar Hendro.

Monev juga menghadirkan Reviewer Nasional, Raden Wisnu Nurcahyo dari Universitas Gadjah Mada, yang memberikan pengarahan terkait teknis review, kriteria penilaian, serta proses diskusi dan evaluasi program.

Untuk menggambarkan pelaksanaan kegiatan, tim pengabdi turut menampilkan video profil dan testimoni dari pamong kalurahan, kader kesehatan, serta tokoh masyarakat Margomulyo. Hal tersebut sekaligus menunjukkan keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan program.

Lurah Kalurahan Margomulyo, Eko Puji Mulyanto menyampaikan bahwa kolaborasi yang telah terbangun menjadi modal penting dalam memperkuat upaya peningkatan kesehatan masyarakat.

“Kolaborasi yang telah terbangun menjadi modal penting bagi Kalurahan Margomulyo untuk terus memperkuat upaya peningkatan kesehatan masyarakat. Kami berharap kerja sama ini dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan,” ungkap Eko.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama reviewer nasional dan pendalaman materi bersama Tim Kerja Tri Dharma Perguruan Tinggi Direktorat Penyediaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Rangkaian Monev pun ditutup dengan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) untuk memastikan hasil program dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan setelah kegiatan pengabdian berakhir.

(Sutarto Agus/KIM Seyegan)

image_pdfimage_print
Bagikan: