Anggaran KIA Direncanakan Melalui APBD Perubahan

Sleman – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Diskukcapil) Kabupaten Sleman siap menindaklanjuti program pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) di Kabupaten Sleman. Dan untuk mendukung program tersebut tahun 2016 ini Disdukcapil merencanakan menganggarkan pembuatan KIA tersebut melalui APBD Perubahan. Pasalnya surat edaran Permendagri mengenai KIA sendiri baru diterbitkan pada 14 Januari 2016. Demikian diungkapkan Kepala Disdukcapil, Supardi SH, Senin (22/2).

Menurut Supardi, surat edaran tersebut terbit untuk mendukung pelaksanaan Permendagri nomor 2 tahun 2016 mengenai KIA. Meski begitu, pencetakkan KIA di Sleman sendiri akan dilakukan secara bertahap. Sebab jika menggunakan  APBD Perubahan waktunya hanya tiga bulan.

Untuk itu, pada akhir tahun ini, Disdukcapil menargetkan pencetakkan KIA sebanyak satu pertiga dari seluruh jumlah anak di Sleman. Dengan anggaran pencetakkan dua ribu rupiah per lembar KIA. Saat ini jumlah anak di Kabupaten Sleman sebanyak 275 ribu anak. Sedangkan jumlah penduduk Sleman sebanyak 1,75 juta orang.

Adapun dua per tiga sisa anak yang belum menerima KIA tahun ini, pencetakkannya akan dilanjutkan tahun depan. Hal ini sesuai dengan target nasional yang mencanangkan seluruh anak di Indonesia memiliki KIA pada akhir 2017.

Sasaran pembuatan KIA sendiri ditujukan bagi anak berusia nol sampai 17 tahun kurang sehari. Namun bagi anak berusia nol sampai lima tahun KIA-nya dicetak tanpa foto. Sedangkan anak berusia enam sampai 17 tahun kurang sehari, KIA-nya harus diperbaharui dan dicetak menggunakan foto.

Supardi menambahkan ke depannya Disdukcapil akan langsung membuatkan KIA bagi bayi yang baru lahir. Pembuatannya hanya membutuhkan kartu keluarga (KK) dan KTP orangtua. Ia menyampaikan, KIA memiliki keunggulan bagi anak-anak. Di antaranya anak bisa mengakses fasilitas perbankan tanpa harus ditemani orangtuanya.

“Jadi nanti kalau mau ke bank atau ke kantor pos bisa sendiri saja. Asalkan menunjukkan KIA,” tutur Supardi.

 Pemkab Sleman lanjutnya juga akan mengupayakan kerja sama dengan kantor perpustakaan dan beberapa tempat pariwisata agar anak dapat memperoleh akses khusus. Supardi beranggapan hal ini dapat melatih anak untuk tumbuh lebih mandiri.

image_pdfimage_print
Bagikan: