Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI menghadiri acara sosialisasi dan syukuran Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Dusun Sawahan Desa Margomulyo Kecamatan Seyegan Sleman, Selasa (8/3). Pada kesempatan tersebut juga tampak Camat Seyegan Drs Budi Sutamba, Ketua DPRD Kabupaten Sleman Haris Sugiharta, serta Dinas PU dan Perumahan yang diwakili oleh Kepala Bidang Perumahan, Ir Setyantono MSc.
Secara simbolis dilakukan pemotongan tumpeng oleh Bupati Sleman sebagai wujud syukur telah dilaksanakannya program pembangunan RTLH sebanyak 129 rumah di dusun Sawahan. Tahun Anggaran 2015 dilanjutkan dengan peninjauan beberapa rumah warga yang menerima program bantuan.
Setyantono mewakili Kepala Dinas PU dan Perumahan mengungkapkan bahwa Dusun Sawahan sebagai penerima program stimulan RTLH terbanyak, yaitu 129 unit dari total 358 unit program bantuan yang disalurkan se Kabupaten Sleman.
Kegiatan bantuan sosial stimulan RTLH 2015 terdiri dari 358 unit rumah dengan anggaran RP 3,909 miliar untuk 13 kecamatan se Sleman serta 231 unit jamban dengan anggaran Rp 721,875 juta untuk dua kecamatan di Sleman. Sedangkan untuk program bantuan RTLH tahun anggaran 2016 ini akan disalurkan bantuan ke 86 desa di 17 kecamatan dengan jumlah penerima sebanyak 419 unit.
Alokasi dana sebesar Rp 6,285 miliar dan masing-masing penerima bantuan mendapatkan Rp 15 juta dengan rincian untuk rumah Rp 11,5 juta dan untuk jamban Rp 3,5 juta. Budi sutamba juga berharap kedepan program ini dapat ditingkatkan karena diterima langsung oleh penerima manfaat serta dapat membantu program pengentasan kemiskinan karena menurutnya masih ada kurang lebih 7000 warga Sleman yang perlu diperhatikan.
Sementara Sri Purnomo menghimbau warga Sawahan yang hadir pada acara itu agar mensukseskan program Stop BABS (Buang Air Besar Sembarangan) untuk mengantisipasi menularnya berbagai penyakit. Stop BABS merupakan sebuah program untuk membebaskan diri dari kebiasaan buang air besar yang awal mulanya disosialisasikan oleh petugas kesehatan dari Puskesmas dan Dinas Kesehatan.
Sri Purnomo juga mengingatkan agar membersihkan sampah disekitar lingkungan agar jangan sampai menimbulkan genangan air untuk mengantisipasi berkembang biaknya jentik-jentik nyamuk yang dapat mengakibatkan penyakit demam berdarah.


