Sleman, – Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Sleman, Arif Haryono SH mengatakan, pada pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun ini, jumlah pengawas UN yang berasal dari perguruan tinggi lebih banyak dari tahun sebelumnya.
“Tahun lalu setiap sekolah hanya satu, sekarang didasarkan pada jumlah ruangan,” kata Arif di kantornya, Jumat (11/4).
Menurut Arif, kalau sekolah punya ruangan [ujian] satu sampai tiga akan punya satu pengawas dari perguruan tinggi. Kalau jumlah ruangannya empat sampai 10 pengawasnya dua, dan seterusnya.
Secara keseluruhan, Disdikpora Sleman menyiapkan 582 pengawas UN SMA dan 782 pengawas UN SMK. Pengawas dari perguruan tinggi di Sleman diwakili oleh pihak Universitas Gadjah Mada. Sementara pengawas dari tingkat sekolah akan dilakukan secara silang.
“Pengawas dari sekolah lain tidak akan membantu siswa. Diharapkan ada asas objektivitas,” kata Arif.
Selain itu, Disdikpora juga akan membuka posko UN guna mendukung kelancaran program tersebut. “Apa saja bisa dilaporkan masyarakat dan siapapun yang menemukan pelanggaran selama UN berlangsung,” ungkap Arif Haryono.
Laporan pengaduan yang masuk ke posko akan ditindaklanjuti dengan melihat porsi kewenangan penanganan.
“Kami lihat dulu apakah itu kewenangan sekolah, pokja, atau Disdik Provinsi,” kata Arif.
Arif memaparkan, tahun lalu tidak ada laporan terkait pelanggaran, hanya laporan bahwa beberapa siswa berhalangan mengikuti ujian.
Arif juga berharap hasil UN tahun ini lebih optimal. Hal tersebut mengacu pada angka kelulusan tahun 2013 yang terbilang tinggi. SMA lulus 99,88 persen dan SMK 99,97 persen.
Sementara soal distribusi soal UN dikatakan Arif soal UN tingkat SMA sederajat di Kabupaten Sleman didistribusikan secara serentak melalui kelompok kerja (pokja) atau sub rayon, Sabtu (12/4).
“Di Sleman terdapat lima pokja untuk SMK dan empat pokja untuk SMA yang tersebar di wilayah Kecamatan Depok, Kalasan, Ngaglik, Sleman, Tempel, dan Godean,” kata Arif.
Sekolah yang ditunjuk sebagai pokja antara lain SMA Negeri 1 Godean, SMK Negeri 1 Godean, SMA Negeri 1 Sleman, SMA Negeri 2 Ngaglik, SMA Negeri 1 Kalasan, SMK Negeri 1 Kalasan, SMK Negeri 1 Tempel, SMK Negeri 1 Depok, dan SMK Negeri 2 Depok. Soal akan dijaga ketat oleh pihak kepolisian.


