2 Kios Pasar Stan Maguwo Terbakar

Sleman – Kebakaran melanda pasar Stan di Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Sleman, Selasa (15/3) malam. Akibat musibah ini, dua kios masing-masing berukuran 3×5 meter yang digunakan untuk tempat berdagang buah, ludes dilalap api. Peristiwa kebakaran tersebut  terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Sumber api ditengarai berasal dari salah satu los yang bersebelahan dengan gang masuk sisi utara.

Beruntung kejadian itu langsung diketahui warga yang tengah melintas di jalan Raya Tajem. Warga kemudian berinisiatif menghubungi kantor pemadam kebakaran. Tidak berselang lama, dua mobil pemadam milik Pemkab Sleman tiba di lokasi. Namun hembusan angin yang cukup kencang membuat api dengan cepat merembet ke kios di sebelahnya.

Butuh waktu sekitar setengah jam bagi petugas untuk memadamkan kobaran api.

“Api bisa dipadamkan sekitar pukul 24.00 WIB. Untungnya tidak sampai membakar seluruh kios,” kata Asih (50), salah satu pedagang di Pasar Stan.

Dari informasi, kios yang terbakar itu milik Ismail, warga Dusun Panjen, Desa Maguwoharjo, Depok, Sleman. Kios tersebut disewa oleh Budi dan Sutris untuk berjualan buah. Berdasar keterangan sejumlah saksi, saat kejadian, aliran listrik di lokasi pasar dan sekitarnya dalam kondisi padam. Pemadaman sudah berlangsung sejak pukul 21.00 WIB. Namun hingga kini penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat.

Pengurus paguyuban pedagang kios Pasar Stan, Zainuri (60) berharap secepatnya ada kepastian tentang langkah perbaikan kios.

“Saya yakin pedagang siap memperbaiki secara swadaya, asal diizinkan oleh pemerintah desa,” katanya.

Zainuri juga mengungkapkan, sebenarnya pedagang sudah sejak lama ingin merenovasi kios tersebut lantaran kondisi bangunannya memprihatinkan. Kios yang dibangun pada tahun 1977 itu dinilai sudah tidak layak ditempati. Namun beberapa kali usulan tersebut disampaikan ke pemerintah desa selalu ditolak. Alasannya, tidak setuju dengan desain gambar yang diajukan pedagang.

“Ada 25 kios yang kami usulkan untuk direnovasi tapi belum disetujui. Padahal kami tidak berniat menambah lebar bangunan, hanya memperkuat fondasi atau ditingkat agar lebih layak,” ujar Zaenuri.

Sampai Rabu (16/3) siang, di sekeliling lokasi masih dipasang garis polisi. Pedagang yang kiosnya terbakar tampak belum beraktivitas. Sementara untuk nilai kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Secara terpisah Kepala Desa Maguwoharjo, Inmindi membenarkan kejadian kebakaran dua kios buah tersebut dan kerugian antara dagangan antara Rp 10 juta hingga Rp 20 juta ditambah nilai bangunan kiosnya. Untuk selanjutnya Inmindi mengatakan akan melakukan musyawarah lebih dulu dengan instansi terkait dan tokoh masyarakat, bagaimana baiknya jangan sampai timbul masalah.

“Kalau dari pedagang usul dilakukan penataan tentunya nanti akan direncanakan. Namun untuk penataan itu tentunya menjadi pemikiran karena itu akan berkoordinasi dengan instansi terkait dan tokoh masyarakat,” kata Inmindi.

Rencana penataan pasar bagian belakang untuk parkir, jalan dan melakukan survai  perlukah bangunanya ditata. Tinggal nanti hasil musyarawah bagaimana.

“Kalau semua mengendaki ya akan dipikirkan. Tetapi kalau dibangun malah timbul masalah ya nanti dulu,” tambah Inmindi.

Dikatakan Inmindi penataan bisa dimulai tahun ini, dengan menata pedagang didalam pasar supaya tidak semrawut. Diakui sebagai Pasar tradisional pasar Stan sudah dikenal dari Klaten, Boyolali maupin Magelang. Karena itu silih berganti pedagang menurunkan sayuran sehingga jadi maklum kalau pasar jadi agak semrawut.

image_pdfimage_print
Bagikan: