Sleman, – Sleman saat ini telah berhasil memperoleh 30 orang dimas diajeng hasil seleksi tahun 2014. Kepastian 30 dimas diajeng Kabupaten Sleman ini diumumkan dalam acara Sugeng Rawuh Party, di Pusat Kuliner Jogja Paradise Jalan Magelang Sinduadi Mlati, Sleman, Jumat (11/4).
Dimas Tio, selaku ketua pelaksana, mengatakan walaupun sempat diguyur hujan namun acara yang dilaksanakan out door ini masih dapat berlangsung dan cukup meriah.
Dari 114 pendaftar telah diadakan tes meliputi dua tahap, yakni administrasi dan tertulis, serta wawancara. Seleksi dimas diajeng bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman dilakukan cukup ketat mengingat tujuan diadakannya pemilihan ini adalah untuk mencari generasi muda yang berkarakter, peduli dan berprestasi.
Acara Sugeng Rawuh Party, menurut Dimas Tio, merupakan bagian dari rangkaian acara untuk menyambut kehadiran 30 finalis sebagai anggota keluarga ikatan dimas diajeng Sleman.
Acara ini merupakan terobosan baru untuk mengumumkan siapa saja yang terpilih menjadi finalis, agar semua semifinalis pun bisa merasakan euphoria pemilihan. Selanjutnya nanti akan dipilih yang menjadi juara 1 s/d 5.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman Ir. Ayu Laksmidewi, TP. MM mengungkapkan pemilihan dimas diajeng Sleman ini merupakan upaya untuk mendidik generasi muda secara dini, agar menjadi generasi yang memiliki kesadaran dan ketahanan budaya yang tinggi.
Disamping itu, ke depan dimas diajeng Sleman juga diharapkan dapat menjadi generasi yang mampu mengemban sebagai duta wisata dan budaya yang benar-benar dinamis, penuh semangat dan dedikasi terhadap kemajuan Kabupaten Sleman.
Adapun untuk 15 dimas Sleman yakni Ade Dwi Saputra, Agus Salim, Arif zudi Winarto, Dimitri Dairi, Eko Setiawan, Emanuel Nung Agoton, Endy Agustian, Fahrizal Fauzi Aldino fajar wijanarko, Muh Amri Zakarzi, Rico Survival Subaidi, Rivo Riyarno, Sapta Abimanyu, Susilo, Tri Nurusan fadhillah.
Sementara 15 diajeng Sleman yakni Acintyas Widaning, Ahla Sabila, Anisa Yunas, Ariyanti Dyah Maharani, Desiyana Adityawati, Dorothea Gecella Putri, Galuh Santika, Gestina Novitasari, Kadenza Adatya Tamara, Nefertiti Yunizare, Honika Tiara Cintya, Rizky Annisa, Wulansari, Wurning Wandeha Larasukma.
Para finalis yang terpilih akan menjalani pembekalan yang sangat intens yang berupa workshop dan briefing, pemotretan, table manner, bakti sosial, kunjungan media partner, outbound, presentasi dan famtrip.
Sebelum malam Grand Final yang akan dilangsungkan tanggal 16 Mei 2014 di Gedung Serba Guna UIN Yogyakarta, para finalis diwajibkan untuk menjalani karantina selama 4 (empat) hari.


