26 Daerah Irigasi Terganggu Akibat Banjir

Sleman – Banjir yang terjadi dibeberapa titik diwilayah Sleman pada hari Sabtu (12/3) lalu  diakibatkan karena tingginya curah hujan yang terjadi. Kejadian banjir tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur irigasi sehingga berdampak pada 26 daerah irigasi dan menyebabkan terganggunya pasokan irigasi lahan pertanian seluas 1064,8 hektar.

“Hal ini menjadi pelajaran kita bersama untuk dapat meningkatkan pengelolaan air agar lebih baik lagi. Saya mengajak semua pihak untuk meningkatkan tangkapan air hujan agar tidak langsung melimpah ke sungai dan menyebabkan banjir,” kata Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI di  Sleman, Selasa (29/3).

Dikatakan Sri Purnomo, berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk memasukkan air ke tanah diantaranya dengan memperbanyak penanaman pohon, membangun peresapan dan membuat biopori.

“Tak kalah pentingnya saya juga mengajak semua pihak untuk menjaga kebersihan sungai dari sampah untuk mencegah terjadinya banjir yang disebabkan tersumbatnya sungai,” kata Sri Purnomo.

Sementara hujan deras yang terjadi hari Minggu (27/3) sore mengakibatkan sejumlah sungai diwilayah Sleman meluap. Bahkan ada yang mengakibatkan tanggul jebol dan pohon bambu roboh akibatnya air sungai menggerus pekarangan. Akibat banjir tersebut sedikitnya 14 rumah terdampak luapan air sungai.

Kepala Bandan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Drs Julisetiono Dwi Wasita SH MM mengatakan kejadian banjir hari Minggu (27/3) mengakibatkan Dusun Jongkang RT 2/ RW 33 Sariharjo Ngaglik Sleman sebanyak 5 rumah dengan 7 KK sebanyak 24 jiwa terdampak luapan air kali Buntung yang disebabkan tanggul jebol 12 meter.

Selain itu Dusun Gemawang RT 1/ RW 34 Sinduadi Mlati Sleman sebanyak 8 rumah terdampak luapan air kali Bedog dengan 8 KK terdiri dari 32 jiwa. Dusun Mranggen RT 6 / RW 27 Sinduadi Mlati Sleman 1 rumah terdampak luapan kali Buntung 1 KK dengan 4 jiwa.

Sementara banjir/ luapan air sungai Sengkan (hilir sungai Gajah Wong) mengakibatkan Dusun Sengkan RT 06/Rw 59, Joho, Condongcatur Depok Sleman terdampak akibat debit air sungai terlalu deras, dan rumpun bambu roboh membuat aliran sungai menggerus pekarangan rumah (pondasi dapur) milik Awig. Kerugian material, talut ambrol & pondasi dapur gantung, dan beresiko roboh.

“Tindakan yang dibutuhkan adalah pembersihan rumpun bambu yang melintang di sungai,” kata Julisetiono.

image_pdfimage_print
Bagikan: