Sleman – Persoalan kemiskinan masih menjadi perhatian serius pembangunan di wilayah Kabupaten Sleman hingga tahun 2017, dimana jumlah KK miskin di wilayah ini masih mencapai 41 ribu lebih Kepala keluarga.
Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI menyatakan keseriusannya terhadap permasalahan tersebut, sehingga program penanganan kemiskinan menjadi skala prioritas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Sleman.
”Dari berbagai upaya yang telah kita lakukan angka kemiskinan memperlihatkan mengalami penurunan. Penanganan kemiskinan di Sleman kembali menjadi prioritas utama dalam pembangunan daerah,” kata Sri Purnomo, Kamis (31/3).
Menurut Sri Purnomo, saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman baru mampu menurunkan angka kemiskinan sekitar setengah persen dalam dua tahun terakhir. Pada tahun 2014 jumlah KK miskin masih sekitar 43 ribu 798 KK, sedang hingga akhir tahun 2015 berkurang menjadi 41 ribu 23 KK, atau masih mencapai sebelas koma 36 persen dari sekitar 300 ribu KK di Sleman.
Ditambahkan Sri Purnomo, selain persoalan kemiskinan, RKPD Sleman tahun 2017 juga akan lebih mengoptimalkan peran UMKM dan pariwisata dalam pembangunan perekonimian sleman. Dua bidang tersebut dinilai cukup siginifikan untuk meningkatkan secara langsung derajat kesejahteraan masyarakat.


