Sleman – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman memasang perangkat “early warning system” atau deteksi dini di talud Sungai Code di Kampung Sendowo, Sinduadi, Mlati yang retak dan rawan longsor akibat pergerakan tanah.
”Kami telah memasang perangkat EWS guna mengantisipasi terjadi pergerakan. Bila ada aliran besar EWS akan memberi sinyal,” kata Kepala BPBD Kabupaten Sleman, Drs Julisetiono Dwi Wasito SH MM, Selasa (12/4).
Menurut Julisetiono, selain itu pihaknya juga sudah menyiapkan sekitar seribu sak pasir dan 60 bronjong kawat.
“Bantuan tersebut digunakan mengantisipasi dan mencegah longsornya talud Sungai Code di wilayah Sendowo Mlati,” kata Julisetiono.
Sementara itu perbaikan kerusakan talud di wilayah tersebut mulai dikerjakan pada Senin (11/4). Langkah awal yang dilakukan dengan mengalihkan aliran sungai agar tidak mengikis talud dengan menggunakan alat berat backhoe untuk melakukan pengerukan.
Sementara itu bronjong yang sudah disediakan, mulai diisi batu oleh warga sekitar. Ketua RT 10 Kampung Sendowo, Sarijan mengatakan, pengerjaan talud dilakukan dari Pemkab Sleman, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu (BBWSO) dan warga sekitar.
”Tahap awal, perbaikan dilakukan pada bagian talud yang paling luar. Yang terpenting talud tidak terkikis oleh aliran. Sebab saat ini intensitas hujan masih cukup tinggi sehingga bila ada aliran deras rawan terkikis,” katanya.
Sarijan mengatakan, selain backhoe dioperasikan, material perbaikan seperti bronjong, batu-batuan dan pasir sudah disiapkan.
”Warga bersama relawan dan tim reaksi cepat (TCR) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai bergotong royong melakukan perbaikan,” tutur Sarijan.
Sarijan menambahkan, selain material dan perlengkapan lainnya, di lokasi kejadian juga dibangun dapur umum.
”Dapur tersebut melayani konsumsi warga yang mengungsi dan relawan yang bekerja memperbaiki talut. Sebab sampai saat ini, pascakejadian talud ambles sebanyak 26 warga masih mengungsi. Warga tidak ada yang dimintai biaya. Semua dari pemerintah. Bahkan keberadaan dapur umum ini membantu warga yang mengungsi karena tidak perlu repot memasak,” katanya.
Ia berharap agar perbaikan talut tersebut bisa segera selesai agar aktivitas warga kembali normal. Karena sejak talut tersebut mengalami kerusakan yang berdampak pada jalan kampung, warga harus mencari jalan alternatif lainnya untuk sampai ke atas.
”Mudah-mudahan bisa secepatnya selesai seperti sebelum rusak agar aktivitas warga normal,” kata Sarijan.


