Pasar Tradisional Kembali Dipromosikan

Sleman – Menjamurnya toko serta pusat perbelanjaan modern sangat berpengaruh terhadap  pasar tradisional dan pelaku ekonomi di dalamnya.‬ Kondisi tersebut juga berdampak pada tingkat ketertarikan masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional.‬

‪Selain jumlah toko modern yang terus berkembang, sebagian masyarakat memilih membeli di toko dan pusat perbelanjaan lantaran praktis serta lokasi yang lebih rapi dan bersih.

‪Kepala Dinas Pasar Sleman, Dra Tri Endah Yitnani MSi mengatakan atas kondisi ini, pihaknya tidak mau hanya berpangku tangan.‬ ‪Menurutnya berbagai upaya mulai dilakukan oleh pemerintah, salah satunya pembangunan dan penataan ulang pasar tradisional.‬

‪“Memang belum semua, namun ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk mengembalikan fungsi pasar tradisional,” kata Endah Yitnani, Selasa (19/4).

Dikatakan Endah Yitnani  penataan tersebut dilakukan agar masyarakat lebih nyaman saat berbelanja di pasar tradisional. Bahkan, pasar tradisional merupakan lokasi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.‬

Endah Yitnani mencontohkan  sayuran yang segar, yang bisa memenuhi kebutuhan tersebut hanya pasar tradisional.

“Saya yakin pusat perbelanjaan manapun tidak mampu memenuhi kebutuhan tersebut karena pedagang langsung mendapatkannya lewat petani. Tanpa adanya pengawet sehingga terjamin. Berbeda di pusat perbelanjaan, bisa saja sayur disimpan dalam lemari pendingin biar tahan lama,” kata Endah Yitnani.‬

Selain itu, pihaknya juga terus mempromosikan pasar tradisional, salah satunya dengan menggelar undian berhadiah bagi pengunjung pasar.‬
Meskipun tidak besar, langkah tersebut menunjukkan bahwa pasar tradisional tidak kalah dengan pasar modern.‬

Ini merupakan terobosan baru. Namun Endah Yitnani melihat melalui program yang diinisiasi pemerintah, semangat pedagang yang menyambut baik. Bahkan mereka (pedagang) berkomitmen untuk memberikan layanan yang terbaik bagi pengunjung pasar tradisional.‬

Endah Yitnani menambahkan pemerintah terus berupaya untuk memodernisasi pasar tradisional. Tidak hanya sebatas fisik, namun hingga pada pembinaan pedagang.‬

“Seperti cara menata dagangan hingga memberikan pelayanan yang baik, hal tersebut masuk dalam upaya pembinaan. Namun upaya ini tidak terlepas dari peran masyarakat, karena ramainya pembeli juga menjadi semangat pedagang untuk lebih baik lagi,” tutur Endah Yitnani.

image_pdfimage_print
Bagikan: