Sleman – Kabupaten Sleman bakal menambah lagi satu tempat agrowisata edukatif dengan membentuk Kampung Flory. Pembangunan Kampung Flory Sleman yang telah dirintis sejak tahun 2014, kini hampir selesai. Kampung Flory yang menjadi agrowisata unggulan di Sleman ini menurut rencana bakal diresmikan Gubernur DIY pada bulan Mei mendatang.
Pembina Kampung Flory Sudihartono mengungkapkan, pengembangan Kampung Flory di Dusun Jugang Pangukan Tridadi Sleman ternyata mampu memikat generasi muda untuk menjadi wirausaha handal dalam bidang agribisnis pertanian.
“Tak mengherankan kalau kemudian banyak pemuda sekitar yang ikut mengelola lahan pertanian seluas 2 hektar ini. Lahan ini untuk ‘show room’ berbagai jenis tanaman buah dan tanaman hias,” kata Sudihartono, Rabu (20/4).
Menurut Sudihartono, Kampung Flory terus berbenah agar bisa menjadi agrowisata unggulan. Di antaranya dengan membangun Museum Omahe Pak Tani sebagai wisata edukatif, membangun sarana outbond, membangun sarana pelengkap kuliner. Semua itu telah bisa diselesaikan, sehingga Kampung Flory siap diresmikan oleh Gubernur yang sebelumnya memberi bantuan Rp 500 juta.
Untuk menyemarakkan peluncuran Kampung Flory, serangkaian kegiatan telah disiapkan. Diawali dengan Festival Memedi Sawah pada tanggal 14 Mei, Festival Melukis Caping Pak Tani pada 17 Mei, Lomba Fotografi dan Dokumentasi 15 – 30 Mei, Lomba Mewarnai pada 22 Mei, penghijauan dan tebar ikan pada 25 Mei, Festival Tabulampot pada 15- 30 Mei.
“Dan puncaknya adalah peresmian oleh Gubernur DIY Sri Sultan HB X yang waktunya masih kami koordinasikan,” kata Sudihartono.


