Sleman – Pengunjung yang berwisata di gua Jepang di kawasan Tamanan Nasional Gunung Merapi, Kaliurang, Kabupaten Sleman dihimbau untuk memperhatikan cuaca karena sering muncul kabut tebal.
“Cuaca yang masih tidak menentu diharapkan wisatawan yang berkunjung ke gua Jepang di Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) untuk bisa berhati-hati. Karena dengan kondisi seperti ini, kabut sering turun hingga menyebabkan kebingungan arah,” kata Koordinator Search and Rescue (SAR) Kaliurang, Kiswanta, Senin (25/4).
Menurut Kiswanta, beberapa kali pihaknya harus melakukan operasi pertolongan (rescue) kepada wisatawan dalam kondisi kabut tebal yang sedang turun.
‪”Medannya tidak terlalu berat. Tapi kadang wisatawan kesasar. Perasaan mau turun ke selatan tapi malah ke utara. Itu sudah sering terjadi,” katanya.‬
Kiswanta menambahkan bahkan kadang ada juga pengunjung yang tetap nekat naik ke atas dengan kondisi kabut yang sudah ada.
“Jarak pandangannya kan jadi terbatas, sehingga bisa salah arah,” katanya.
Kiswanta mengatakan, peringatan tersebut diberikannya karena saat ini mulai banyak wisatawan yang mengunjungi gua-gua peninggalan penjajahan Jepang yang banyak terdapat di lereng Merapi.
“Paling banyak yang meminatinya wisatawan domestik,” katanya.
Diatas Kaliurang tersebut setidaknya ada 25 gua maupun bunker yang dibuat Jepang. Saat menduduki Indonesia pada masa 1942 hingga 1945 silam.


