Sleman – Penjabat Asekda Bidang Pemerintahan Sleman, Jasim Sumirat SH M.Hum menyampaikan bahwa sampai saat ini Kecamatan Cangkringan sudah melakukan pelayanan dengan baik dan diharapkan mampu lebih meningkat lagi dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat.
Apalagi dengan lokasi kecamatan yang terpadu dengan perkantoran yang lain akan memudahkan pelayanan terhadap masyarakat.
“Acara boyong songsong Kecamatan Cangkringan yang telah dilaksanakan pada hari Rabu (27/4) lalu sebagai upaya dan sarana nguri-uri budaya jawa, juga sebagai upaya menarik wisatawan bila dikemas dengan baik hingga perkembangan pariwisata di Cangkringan lebih maju lagi,” kata Jasim di Sleman, Jumat (29/4).
Menurut Jasim dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin maju pesat, kebudayaan dan tradisi daerah mulai luntur, dan semakin banyak ditinggalkan karena dianggap sebagai hal yang sudah kuno dan tidak sesuai dengan perkembangan jaman.
Namun lanjut Jasim, sebetulnya apa yang terkandung dalam budaya dan kesenian Jawa banyak makna dan pelajaran yang bisa diambil, misalnya cerita dalam pewayangan. Dan sebagai rangkaian acara boyong songsong tersebut pada hari Jumat (29/4) malam diadakan pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk oleh dalang Ki Seno Nugroho.
Sementara dalam Boyong Songsong Kapanewon Cangkringan dimeriahkan dengan beberapa bergodo dari lima desa di Kecamaatan Cangkringan, yaitu Bergodo Desa Argomulyo, Desa Wukirsari, Glagaharjo, Kepuharjo dan Umbulharjo, Termasuk semua perangkat desanya ikut menyemarakkan Boyong Songsong tersebut.
Urut-urutan bergodo tersebut Bendera 17, Pataka dan Ponco warno, bergodo lima desa, karyawan Kecamatan Cangkringan, instansi, termasuk isteri perangkat desa. Tidak ketinggalan semua anggota BPD dari lima desa, Tagana, komunitas (AMC, SKSB, Sambung Roso, KSM).


