Si Jawah Sabo Aplikasi Mitigasi Bencana Lahar Dingin Merapi

Sleman, – Balai Sabo Yogyakarta, bekerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), mengembangkan aplikasi mitigas bencana banjir lahar dingin, bernama Si Jawah Sabo (Sistem Informasi Hujan Yogyakarta dan Jawa Tengah).

Launcing dilakukan di Balai Sabo Desa Maguwoharjo Kecamatan Depok, Kamis (17/4). Kepala Puslitbang SDA Bambang Haryono HE MEng mengungkapkan, aplikasi tersebut memanfaatkan teknologi radar dan bisa menampilkan sebaran hujan secara real time.

“Masyarakat juga bisa mengaksesnya melalui internet maupun smarphone. Dengan radar cuaca, maka wilayah yang tidak terjangkau alat penakar hujan konvensional, dapat dipantau secara cepat,” katanya.

Potensi bencana di daerah Yogyakarta dan sekitarnya cukup tinggi. Contoh nyata dari erupsi Gunung Merapi 2010 lalu, dimana masih menyisakan 80 juta meter kubik material.

“Beberapa sungai yang berhulu di Gunung Merapi harus terus dipantau. Sebab banyak masyarakat yang tinggalnya di bantaran sungai,” katanya menambahkan.

Sistem informasi terpadu ini, menurut Bambang, memiliki beberapa keunggulan. Di antaranya mampu memantau curah hujan terkini dalam jangkauan radar dan memantau pergerakan wilayah hujan. Data yang diperoleh lalu diolah melalui komputer dan ditampilkan melalui website.

“Data yang kami informasikan dalam sistem ini, diharapkan bisa menjadi peringatan dini lahar dingin dari Gunung Merapi. Diharapkan, baik penambang maupun warga setempat bisa lebih waspada dan mempersiapkan diri terhadap bencana,” jelasnya.

Bambang juga mengungkapkan, selain mitigasi bencana banjir lahar hujan, Si Jawah Sabo ini juga dapat dimanfaatkan untuk antisipasi tanah longsor, banjir hingga kekeringan di berbagai daerah.

Selanjutnya, aplikasi ini akan menampilkan hasil prakiraan banjir lahar yang merupakan keluaran dari sistem perkiraan banjir berbasis data radar.

image_pdfimage_print
Bagikan: