“Merapi Marathon 100k” Dibanjiri Pelari Luar Negeri‬

IMG_0720Sleman – Event “Merapi Marathon 100K” yang digelar KONI Kabupaten Sleman pada 7 dan 8 Mei 2016 dalam rangka satu abad Kabupaten Sleman dibanjiri peserta asal luar negeri.‬

‪”Sampai saat ini tercatat ada pelari dari 14 negara yang telah menyatakan ikut dalam `Merapi Marathon`, baik yang ikut dalam kategori 100 kilometer maupun 50 kilometer,” kata Event Manager “Merapi Marathon 10K” Taufiq Ridwan, Jumat (6/5).‬

‪Menurut Taufiq, target total untuk peserta sebelumnya hanya 1.000 peserta termasuk kategori 13 hingga 50 kilometer dan 100 kilometer.‬

‪”Namun animo peserta cukup tinggi, sampai saat ini pendaftar sudah mencapai 1.600 lebih sehingga kami menutup pendaftaran. Pendaftaran masih dibuka hanya untuk kategori 50 km dan 100 km,” katanya.‬

‪Taufiq mengatakan, jumlah peserta tersebut masih akan ditambah peserta dari kelompok pelajar SMP dan SMA di Kabupaten Sleman sebanyak 332 peserta.‬

‪”Mereka ini sengaja kami undang untuk memeriahkan event ini. Meraka tidak dipungut biaya atau gratis,” katanya.‬

‪Lomba lari yang akan melewati track ekstrem di lereng Gunung Merapi ini juga dibuka kelas marathon 50 km, 20 km, 13km, dan 5 km.‬

‪”Kategori lomba tidak hanya lari 100 kilometer tetapi ada beberapa kategori lainnya diantaranya kategori lomba lari marathon nasional Putra/Putri, lokal DIY, Sleman Putra/Putri. Kemudian juga marathon international Men/Women 100K, 50K, 25K, dan 13K,” katanya.‬

‪Taufiq mengatakan, total hadiah yang dapat diperebutkan dalam perlombaan ini adalah Rp104 juta.‬ ‪Ia mengatakan, lomba lari ini bersifat “sport tourism” yang harapannya mampu menyedot animo wisatawan untuk hadir langsung menyaksikan event ini.‬

‪”Tidak main-main, beberapa peserta yang berpartisipasi dalam event ini juga merupakan para juara gelaran lomba lari marathon yang diadakan beberapa daerah di Indonesia. Ada beberapa kampiun yang akan ikut di lomba lari Ultra Marathon ini, seperti juara trans Sumbawa sudah melakukan konfirmasi akan turut berpartisipasi,” katanya.‬

‪Disisi lain Taufiq juga menjelaskan  peserta lomba lari “Merapi Marathon 100K” akan dilengkapi dengan “chip” pada nomor start untuk menjamin keamanan dan memantau kejujuran masing-masing peserta khususnya kategori marathon dengan jarak 50 kilometer dan 100 kilometer.‬

‪”Jadi pada masing-masing nomor start peserta akan dipasang `chip`, ini untuk menjamin keamanan peserta terutama pelari luar negeri dan juga memonitor kejujuran peserta,” katanya.

Dalam “chip” tersebut akan termuat data peserta secara elektronik, mulai dari nama, asal negara dan alamat lengkap serta nomor telepon yang dapat dihubungi bila terjadi sesuatu hal.‬

‪”Selain itu juga tercantum golongan darah dari masing-masing perserta dan informasi maupun data diri lain dari peserta,” katanya.‬

‪Ia mengatakan, kartu “chip” tersebut juga berfungsi untuk memantau pergerakan peserta sejak start hingga finish.‬

‪”Nantinya setiap melewati pos yang ada kartu `chip` tersebut akan secara otomatis merekam data peserta mulai dari waktu tempuh dari pos ke pos,” katanya.‬

‪Taufiq mengatakan, dengan sistem tersebut maka peserta tidak akan bisa melakukan kecurangan saat mengikuti lomba.‬

‪”Misalnya peserta dengan curang membonceng sepeda motor, maka akan nampak terlihat dari waktu tempuhnya antar pos,” katanya.‬

‪Untuk mengantisipasi adanya peserta yang tersesat, pihak panitia juga menerjunkan sebanyak 150 pemandu atau “marshal” yang akan mengawal para peserta dengan menggunakan sepeda.‬

‪”Pemandu ini akan mendampingi para peserta sejak dari start, mereka bisa bergerak mendampingi untuk memastikan peserta tidak salah rute,” katanya.‬

image_pdfimage_print
Bagikan: