Kembali Meletus Dan Lereng Gunung Merapi Diguyur Hujan Abu

Sleman, – Gunung Merapi kembali menunjukan aktivitasnya. Gunung Merapi bergemuruh, Minggu (20/4) dini hari. Letusan yang terjadi selama sekitar 15 menit mulai pukul 04.26 WIB itu mengakibatkan terjadinya hujan pasir dan abu di lereng Gunung Merapi di Kecamatan Cangkringan, Pakem hingga Turi.

Camat Pakem, Drs Subagyo, mengatakan letusan tersebut membuat sebagian warga di Turgo berhamburan menuju titik kumpul evakuasi. “Setelah beberapa menit, kembali lagi ke rumah masing-masing,” katanya.

Menurut Subagyo  letusan itu tidak mengganggu aktivitas warga. Sementara menurut warga Glagaharjo sekitar pukul 04.30 WIB, warga mendengar suara gemuruh, kemudian warga memantau keadaan dan tidak lama turun hujan abu.

Hal tersebut dibenarkan oleh petugas pengamat gunung berapi,  meskipun tidak mengetahui secara gamblang apa yang terjadi di Merapi, karena tertutup kabut. Namun alat seismik menangkap adanya aktivitas.

Berdasarkan catatan yang ada sekitar pukul 04.26, ada suara gemuruh. Namun petugas pengamat Gunung Merapi  tidak bisa memantau keadaan secara visual karena tertutup kabut. Namun dari yang tercatat di seismik, memang terjadi aktivitas kemungkinan embusan.

Hingga Minggu siang belum ada pergerakan kembali dari Gunung Merapi. Menurut informasi yang dikumpulkan, hujan abu melanda wilayah Turi, Turgo, Cangkringan, Srumbung, dan beberapa bagian di Magelang.

Secara terpisah, Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogja Drs Subandrio mengatakan, sekitar pukul 04.26 WIB hingga pukul 04.44 WIB terjadi erupsi kecil atau letusan kecil Gunung Merapi.

“Letusan didahului dengan suara gemuruh yang berasal dari Gunung Merapi. Yang disusul dengan lontaran material pijar dari mulut gunung merapi dengan ketinggian diperkirakan sekitar 1 kilometer,” katanya.

Subandrio menegaskan meski dalam letusan tersebut terlihat api pijar, namun hal tersebut bukan letusan magmatis dan hanya letusan yang diakibatkan aktivitas gas yang ada di dalam perut gunung Merapi.

Subandrio menjelaskan pemicu dari pelepasan gas yang ada di dalam perut Gunung Merapi sendiri akibat adanya gempa tektonik yang terjadi beberapa hari terakhir ini. Gempa tektonik itu mempercepat pelepasan gas yang ada di dalam perut gunung Merapi. Bahkan sebelum letusan kecil tadi pagi juga ada gempa tektonik terjadi.

“Saat letusan kecil terjadi memang ada aktivitas Merapi yang terekam, namun saat ini sudah kembali normal lagi,” tuturnya.

image_pdfimage_print
Bagikan: