Upacara Peringatan Hari Jadi ke – 100‬ Pemkab Sleman Bernuansa Jawa

IMG_2571Sleman– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menggelar upacara berbahasa Jawa untuk memperingati Hari Jadi ke-100 Kabupaten Sleman, di Lapangan Denggung, Minggu (15/5). Tidak hanya menggunakan bahasa Jawa, peserta upacara yang hadir juga diwajibkan mengenakan pakaian tradisional.‬

‪Pada peringatan tahun ini, upacara hari jadi Sleman diikuti 67 bregada dari beberapa kecamatan. ‪Upacara sendiri diawali dengan pengambilan pusaka Tumbak Kyai Turunsih, Lambang Sleman, Juaja Mega Ngampak, Bendera Merah Putih dan Umbul-umbul di Pendopo Pemkab Sleman. Selanjutnya pusaka tersebut dikirab menuju Lapangan Denggung.

Pada kesempatan tersebut juga ditampilkan fragmen tari Hastungkara Sembada menceritakan doa dan harapan masyarakat Sleman untuk mencapai masyarakat yang makmur dan sejahtera.

Upacara hari jadi Kabupaten Sleman ke-100 dipimpin Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sultan mengatakan moment 100 tahun diharapkan dapat mewujudkan masyarakat sembada dengan lancar. Peringatan ini memang istimewa karena 100 tahun Sleman Sembada menandakan daerah yang aman , masyarakatnya  sejahterta dan makmur.

Menurut Sultan kalau hidup keluarga sudah ditata maka akan sampai pada hidup tenteram. Gambaran gemah ripah loh jinawi bisa kenyataan. Sebagai masyarakat Sleman sebagai bukti tanggungjawab  wajib mengamalkan Sleman Sembada. Semboyan ini jangan hanya dimulut saja.

“Jangan kamu tergesa-gesa melaksanakan kerja yang besar. Jangan menyepelekan kerjaan kecil. Sebab Sleman Sembada itu pekerjaan yang besar,” kata Sultan.

Dalam sambutannya, Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI menyampaikan bahwa “Dengan hari Jadi ke 100 Kabupaten Sleman Kita kedepankan Nilai-nilai Budaya dalam mewujudkan masyarakat Sleman Sembada”.

Menurut Sri Purnomo hal ini sudah selaras dan sesuai dengan visi misi Kabupaten Sleman 2016-2021 yakni terwujudnya Masyarakat Sleman yang lebih sejahtera, mandiri, berbudaya dsn terintegrasilkannya sistem e-Government menuju smart regency pada tahun 2021.

Dikatakan Sri Purnomo, visi misi ini bisa terlaksana menjadi tanggung jawab bersama. Untuk mewujudkan Sleman yang smart Regensi bisa dimulai dari aturan pokok yaitu keluarga. Sebab keluarga menjadi kunci pokok berhasilnya masyarakat sejahtera.

Diakui Sri Purnomo, kenakalan remaja masih dijumpai dala masyarakat dan kasus kriminalitas di beberapa daerah membuat prihatin. Keadaan ini membutuhkan perhatian semua pihak untuk mewujudkan pendidikan karakter bagi anak-anak.

Peringatan 100 tahun ini sebagai evaluasi pembangunan Sleman. Pada kesempatan tersebut Sri Purnomo juga melaunching visi Sleman smart regency yang ditandai dengan pelepasa 100 burung merpati.

image_pdfimage_print
Bagikan: