Sleman – Selama peralihan musim penghujan ke musim kemarau ini, potensi terjadinya angin kencang masih cukup tinggi. Bahkan pekan lalu, musibah angin kencang mengakibatkan pohon tumbang di wilayah Sendangrejo, Kecamatan Minggir. Karenanya, masyarakat dihimbau agar waspada terhadap kondisi peralihan cuaca yang ekstrim.
“Perubahan dari panas ke mendung dapat menyebabkan angin kencang. Karena itu, di masa pancaroba ini masyarakat tetap perlu berhati-hati apalagi kejadiannya mendadak,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Drs Julisetiono Dwi Wasito SH, Jumat (20/5).
Menurut Julisetiono, potensi angin kencang biasanya ditandai kondisi cerah dan panas pada pagi hari, namun tiba-tiba siangnya berubah menjadi mendung pekat. Perbedaan tekanan udara secara mendadak ini yang berpotensi menimbulkan angin kencang. Bahkan jika suhu udara berubah dingin dapat memunculkan kejadian hujan es.
Mengingat potensi angin kencang masih relatif tinggi, pihaknya menyarankan warga untuk memangkas pohon di lingkungan sekitar tempat tinggal yang dirasa terlalu rimbun atau rawan roboh. Ini untuk langkah antisipasi agar saat terjadi peristiwa angin kencang, tidak ada kerugian materiil maupun korban jiwa akibat pohon tumbang.
“Dalam hal ini butuh kesadaran masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan. Perlu diingat bahwa bencana tidak mungkin bisa dihindari tapi setidaknya ancaman dapat diminimalisir,” kata Julisetiono.


