Sleman – Sebanyak 178 Usaha Kecil Menengah (UKM) dilibatkan dalam opersional galeri Joglo Kembar Monjali. Dari 178 UKM tersebut merupakan binaan yang terdiri dari UKM kerajinan dan kuliner.
“Kita tahu bahwa pangsa pasar terhadap kuliner dan kerajinan sangat tinggi karena Jogja sebagai salah satu destinasi wisata. Maka dari itu Joglo Kembar Monjali kedepan diharapkan mampu mewadahi UKM yang ada untuk mengenalkan produknya,” kata Kepala Dinas Pasar Sleman, Dra Tri Endah Yitnani MSi disela-sela peresmian galeri UKM Joglo Kembar Monjali yang terletak di timur area wisata Monumen Jogja Kembali (Monjali) Sariharjo Ngaglik, Selasa (24/5).
Menurut Tri Endah, pembangunan galeri tersebut merupakan program revitalisasi Pasar Monjali yang merupakan pasar tradisional menjadi pasar bagi para UKM Sleman yang dikelola secara modern dan profesional melalui Usaha Masyarakat Kecil Menengah Development Center (UMKM DC).
“Revitalisasi pasar dibagi menjadi tiga hal yaitu pertama adalah pasar besar yang potensial diupayakan dikelola oleh BUMD. Kedua, untuk pasar sedang dipertahankan dan dikembangkan agar mampu bersaing dengan toko modern. Sedangkan yang ketiga adalah pasar kecil direvitalisasi dengan dialihfungsikan, dikerjasamakan, atau bahkan dihapus,” ungkap Tri Endah.
Dicontohkan Tri Endah, seperti Pasar Monjali ini termasuk pasar kecil, dan bekerjasama dengan UMKM DC dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk direvitalisasi agar membantu dan mengangkat potensi UKM disekitar DIY khususnya di Sleman.
Sementara Denny Praditya selaku Direktur PT PGN mengungkapkan sebagai salah satu perusahaan BUMN yang bergerak dibidang pengelolaan gas bumi berkomitmen untuk menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan kepada masyarakat.
Joglo Kembar ini sebagai salah satu wujud komitmen dalam program kemitraan dan bina lingkungan untuk memberdayakan masyarakat serta memberikan stimulan untuk mengembangkan kewirausahaan.


