Sleman – Sebanyak delapan orang perwakilan salah satu kelompok supporter klub sepakbola PSS Sleman, Brigata Curva Sud (BCS) mendatangi Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman pada Rabu (25/5).
Kedatangan BCS untuk beraudiensi dengan Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI perihal tewasnya salah satu anggota mereka Stanislaus Gandhang Deswara (16) beberapa waktu lalu akibat bentrok dengan supporter klub sepakbola PSIM Jogja di Jl. Magelang Km 14 Medari, Sleman.
Jaguar Tomi Nangi sebagai pimpinan rombongan perwakilan supporter mengungkapkan bahwa tujuan audiensi langsung dengan Bupati Sleman adalah memohon pada Bupati Sleman agar mendesak kepolisian untuk secepatnya mengusut kasus tersebut hingga tuntas.
“Kami berharap Bapak Bupati Sleman bisa segera mendesak pihak Kepolisian untuk menuntaskan kasus ini secepatnya agar tidak berlarut-larut dan mengambang serta memberikan efek jera,” kata Jaguar.
Sementara Bupati Sri Purnomo mengungkapkan keprihatinannya dan berharap agar tidak terjadi peristiwa yang sama hingga menelan jatuhnya korban.
“Prinsip saya dan kepolisian yang berbuat jahat harus ditangkap, dan saya optimis kasus ini bisa terungkap dan diselesaikan,” kata Sri Purnomo.
Sri Purnomo menghimbau agar supporter Sleman tetap kondusif dan tidak melakukan penghadangan pada supporter tim sepakbola lainnya di luar Sleman yang melintasi wilayah Sleman supaya peristiwa tersebut tidak terulang lagi.
“Mari kita saling berbenah diri demi keamanan bersama dan berharap agar PSS Sleman sukses dalam berkompetisi tanpa ada kericuhan dan menjadi tim sepak bola nomer 1 di Indonesia,” tambah Sri Purnomo.


