Pemkab Sleman Perbanyak Sekolah Siaga Bencana‬

Sleman – Wilayah Sleman dikenal  sebagai kawasan laboratorium bencana karena hampir segala bentuk bencana alam, mulai bencana tanah longsor, banjir, angin kencang hingga bencana gunung berapi serta gempa bumi dapat sewaktu-waktu terjadi.‬

‪Terkait kondisi tersebut, Kepala Satlat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Drs Julisetiono Dwi Wasito SH MH mengatakan, pihaknya akan  terus mengembangkan jumlah sekolah siaga bencana di daerahnya.‬

‪”Pembentukan sekolah siaga bencana di Sleman, lebih diarahkan menciptakan sikap tanggap dan tangguh bencana yang  disesuaikan dengan jenis ancaman bencana dimasing-masing wilayah,” kata Julisetiono, Jumat (27/5).‬

‪Menurutnya dengan keberadaan sekolah siaga bencana tersebut diharapkan, para siswa akan memahami berbagai resiko bencana sejak usia dini, sehingga kedepan akan mampu mengeliminasi  resiko dan kerugian harta benda atau jiwa manusia jika terjadi bencana alam.‬

‪”Harapan saya kesiap siagaan masyarakat didalam menghadapi bencana itu bisa lebih baik, sehingga dapat mengurangi resiko terjadinya korban dalam bencana,” tambahnya.

‪Keberadaan sekolah siaga bencana di Kabupaten Sleman saat ini terdapat 13 sekolah karena itu kedepan akan terus ditambah. Terlebih mitigasi bencana akan menjadi pendidikan budaya berbasis local wisdom, terutama untuk kawasan yang dikategorikan rawan terjadi bencana.

image_pdfimage_print
Bagikan: