Sleman Dorong Peningkatan Pendapatan Keluarga

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terus mendorong keluarga di wilayahnya untuk meningkatkan pendapatan. Sepanjang kurun tahun 2010 hingga 2015, Pemkab Sleman telah menyalurkan bantuan modal Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) senilai lebih dari Rp 9,2 miliar.

Tahun lalu, bantuan penguatan modal yang diberikan sebesar Rp 2 miliar diperuntukan 152 kelompok. Adapun total jumlah kelompok UPPKS di Sleman sebanyak 758 dengan anggota mencapai 8.374 orang.

“Untuk mendukung program UPPKS, Pemkab telah menyalurkan bantuan penguatan modal. Pemberian bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan keluarga,” kata Kabag Humas Setda Sleman Sri Winarti, Kamis (2/6).

Disebutkan Sri Winarti, selama ini keuangan masih menjadi salah satu permasalahan yang menonjol dalam kehidupan keluarga.  Kondisi ini terjadi karena tidak seimbangnya pendapatan keluarga dengan banyaknya kebutuhan yang harus dipenuhi.

Berbagai upaya telah dikembangkan pemerintah untuk meningkatkan kualitas keluarga. Salah satunya melalui UPPKS yang secara historis berkaitan dengan program keluarga berencana.

Sri Winarti juga menjelaskan, program UPPKS secara khusus ditujukan bagi ibu rumah tangga. Tujuannya agar bisa lebih produktif sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya.  Pada akhirnya akan menurunkan angka kemiskinan.

Berdasarkan data per akhir tahun 2015, jumlah keluarga miskin di Kabupaten Sleman sebanyak 41.023 KK atau 11,36 persen. Angka kemiskinan ini menurun 0,5 persen dibanding tahun sebelumnya. Melalui program UPPKS diharapkan angka kemiskinan dapat semakin ditekan.

Manfaat bantuan ini dirasakan salah satunya oleh kelompok UPPKS Citrasari dari Dusun Kalisoro, Desa Umbulmartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman. Jamu instan yang mereka produksi bahkan mampu menembus pemasaran di supermarket.

Ketua UPPKS Citrasari, Sri Indiarti Mukinah mengatakan penyetoran ke supermarket biasanya dilakukan 2-3 bulan sekali, tergantung orderan. Dari usaha itu, ibu-ibu anggota kelompok bisa membantu ekonomi keluarga. Rata-rata per bulan mereka memperoleh keuntungan Rp 900.000.

image_pdfimage_print
Bagikan: