Basarnas Gelar Latihan Bersama Penggulangan Gempa

BASARNAS2Sleman – Badan SAR Nasional (Basarnas)  menggelar latihan penanganan pencarian dan penyelamatan korban gempa bumi di hadapan peserta Pertemuan INSARAG Regional Asia Pasifik di Jogka. Latihan ini dipusatkan di Lapangan Jombor, Mlati, Sleman, Selasa (26/7).

“Pelatihan ini untuk membangun kapasitas Basarnas dengan berbagi pengalaman bersama negara-negara Asia Pasifik anggota INSARAG,” kata Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya FHB Soelistyo saat membuka pelatihan bertajuk “INSARAG Asia Pacific Regional Earthquake Response Exercise 2016” di Jogja.

Soelistyo mengatakan pemilihan Jogja sebagai lokasi pelatihan itu karena kondisi geografis Jogja selama ini dikenal memiliki beragam potensi bencana di Indonesia.

Ia mengemukakan, pelatihan berkelas internasional yang kedua kalinya digelar oleh Basarnas tersebut mampu menguji serta memperkuat sistem koordinasi dan pengendalian operasi SAR dalam bencana antara Basarnas dengan instansi terkait secara nasional dan internasional.

Dalam pelatihan itu juga diharapkan dapat menyelaraskan berbagai aturan internasional dalam pemenuhan kualifikasi tim Urban SAR Klasifikasi INSARAG External Classification Heave Class.

“Saya ingin memanfaatkan peluang ini untuk membangun kerja sama dengan institusi internal dan institusi internasional khususnya di Asia Pasifik,”  kata dia.

Menurut dia, jika klasifikasi itu sudah terpenuhi maka Basarnas akan dapat bergerak membantu negara-negara lain yang memerlukan tanpa ada lagi yang mempertanyakan kemampuan Basarnas.

Sementara itu, perwakilan International Search and Rescue Advisory Group (INSARAG) Asia Pasifik Manda Wang mengapresiasi Pemerintah Indonesia yang telah mendukung penyelenggaraan pelatihan SAR berkelas internasional itu di Jogja.

Menurut Manda, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki perkembangan besar dalam kegiatan tanggap bencana sehingga layak menyelenggarakan pelatihan itu. “Sebagai negara yang besar Indonesia bukan hanya penting di negara-negara Asia Tenggara, tapi juga dapat berperan di Asia Pasifik,”  kata dia.

Kegiatan latihan bersama yang diikuti 344 peserta baik dalam negeri dan luar negeri itu sekaligus mengenang kembali atas peristiwa bencana gempa bumi yang melanda Jogja 10 tahun silam. Mereka juga akan mengenang dan napaktilas peristiwa erupsi Merapi 2010.

INSARAG dibentuk tahun 1991 dan sekretariatnya di Jenewa, Swiss. Sedangkan pusat jaringan untuk memfasilitasi keikutsertaan internasional bernaung di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Sedangkan Kepala Kantor Perwakilan PBB untuk Koordinasi Kemanusiaan, Oliver Langley-Hall menyatakan terima kasihnya dengan Basarnas yang telah menggelar pertemuan di Jogja.

Menurut dia, pertemuan semacam ini sangat penting tidak saja untuk berbagi pengalaman tetapi juga untuk meningkatkan kemampuan masing-masing anggota. Ia terkesan dengan simulasi yang dipertunjukkan oleh Basarnas di Lapangan Jombor ini.

“Ini menunjukkan kemampuan Basarnas yang cukup tinggi,” katanya.

Latihan di Lapangan Jombor ini sempat tertunda beberapa jam karena Presiden Jokowi akan melintas di jalan dekat lokasi latihan serta datangnya hujan deras. Dalam latihan ini Basarnas menyertakan juka dua helikopter SAR, Agusta Westlad dan Dolphin yang digunakan untuk mendukung penerjunkan personel bantuan serta untuk ambulans udara.

image_pdfimage_print
Bagikan: