Perempuan Sleman Diajak Serta Menanggulangi Narkoba

Sleman – Perempuan-perempuan di Kabupaten Sleman dapat menjadi Kartini-Kartini di zaman modern ini.  Selain itu, peringatan Hari Kartini ini menjadi momen yang penting untuk merefleksikan seberapa jauh peran dalam memajukan peran perempuan di Sleman ini dalam proses pembangunan daerah.

Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI saat membuka Sarasehan Peringatan Hari Kartini di Rumah Dinas Bupati, Selasa (29/4). Tema sarasehan yaitu Dengan Semangat Kartini, Kita Tingkatkan Peran Keluarga Sebagai Garda Terdepan Dalam Memerangi Bahaya Narkoba, Penularan HIV dan AIDS.

“Tidak bisa dipungkiri bahwa peran kaum perempuan sangat besar dalam melindungi keluarga dari berbagai pengaruh buruk, termasuk di antaranya bahaya narkoba dan penularan HIV/AIDS. Oleh karena itu, pada kesempatan ini saya mengimbau seluruh kaum perempuan untuk turut serta dalam upaya pemberantasan narkoba,” kata Sri Purnomo.

Menurut Sri Purnomo, kasus HIV-AIDS dari 2004-2012 telah menyebabkan kematian sebanyak 39 orang. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman sejak 2004-2012, penderita HIV-AIDS pada usia kurang dari satu tahun tercatat satu kasus. Pada usia 1-4 tahun, tercatat sebanyak tujuh penderita dan pada usia 5-14 tahun, tercatat sebanyak delapan penderita.

Sementara itu, penderita di usia 15-19 tahun sebanyak lima orang dan penderita terbanyak yakni pada usia 20-29 tahun yang mencapai 183 orang.  Sedangkan pada usia 30-39 tahun, tercatat sebanyak 133 penderita HIV-AIDS.

Di usia 50-59 tahun terdapat 17 kasus dan di usia 60 tahun ke atas kasus tersebut mencapai empat kasus. Kenyataan tersebut menjadi perhatian dan referensi anda sekalian dalam memerangi  dampak penggunaan narkoba.

Dikatakan Sri Purnomo, penanggulangan penyalahgunaan NAPZA memerlukan sinergi integral dari banyak pihak. Tidak hanya pemerintah dan perangkat hukum namun juga kaum ibu yang menjadi benteng utama keluarga dalam melindungi anak-anak dari pengaruh negatif pergaulan.

“Perlu saya tekankan bahwa penangganan korban penyalahgunaan NAPZA diperlukan pendekatan yang kompleks tidak hanya secara klinis dan sosial namun juga melalui pendekatan psikologis yang dapat dilakukan oleh kaum ibu,” katanya.

Setelah pembukaan Bupati menyempatkan diri meninjau hasil-hasil UP2K (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga) dari masing-masing kecamataan yang mengikuti lomba diikuti Ketua TP PKK Kabupaten Sleman Hj Kustini Sri Purnomo, Kepala Badan KB, Pemberdayaan Masyarakat dan Pemberdayaan Perempuan dr Nurulhayah MKes.

Pada kesempatan tersebut Nurulhayah melaporkan bahwa tujuan sarasehan tersebut untuk meningkatkan keluargta sehat sebagai dasar bagi produktivitas kerja dan kapasitas untuk mendorong peran  perempuan dalam kepedulian sosial kepada sesama yang natinya turut menentukan keberhasilan bangsa.

Peserta  sarasehan tersebut terdiri dari BPPM, SKPD,GOW,PKB, PKK kabupaten, PKK Kecamatan, Kader IMP, Foran, PIK R kecamatan, Satgas Narkoba se-Kabupaten Sleman yang jumlahnya mencapai 275 orang.

Usai sarasehan juga diumumkan hasil penilaian UP2K masing-masing kecamatan, dan hasilnya adalah juara 1 UP2K  Sleman, Juara 2 UP2K Kecamatan Turi, Juara 3 UP2K Cangkringan, juara harapan 1 UP2K  Seyegan, dan juara harapan UP2K  Prambanan.

image_pdfimage_print
Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *