Sleman – Kabupaten Sleman akhir pekan ini akan mengirimkan misi kebudayaan dalam rangka memperingati HUT Kota Surabaya ke-723 yang dikemas dalam acara Festival Seni Lintas Budaya 2016. Pengiriman misi kebudayaan ini dimaksudkan untuk memperkenalkan dan mempromosikan potensi seni budaya Kabupaten Sleman kepada masyarakat luas secara nasional maupun internasional.
Demikian dikatakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM dikantornya, Jumat (12/8). Ayu menambahkan bahwa melalui pengiriman misi kebudayaan ke luar daerah tersebut diharapkan akan meningkatkan silaturahmi dan kerjasama antar daerah dalam rangka untuk memajukan sektor pariwisata.
Selain itu juga untuk mendukung program-program keistimewaan DIY melalui optimalisasi pelestarian dan pemanfaatan potensi seni budaya yang memiliki nilai-nilai yang adiluhung. Selain tentunya sebagai ajang apresiasi bagi para pelaku dan pecinta seni budaya.
Menurut Ayu, Kabupaten Sleman akan mengirimkan kontingen Prajurit Tradisional Bregada Umbul Kamulyan dari Dayakan Purwomartani Kalasan Sleman yang akan tampil pada hari Minggu 14 Agustus 2016 pukul 09.00 WIB di Halaman Museum Surabaya.
Selain itu mengikuti kirab, Kontingen Kabupaten Sleman juga akan menampilkan pertunjukan tarian garapan dengan lakon “Panyumpenan” yang berarti “mimpi” pada hari Senin 15 Agustus 2016 pukul 19.00 WIB di Balai Budaya Surabaya. Sebagai sutradara Feri Catur Harjanto SPd, penata tari Indra, penata iringan Surono, artistik Johan dan penata rias/busana Brahmantyo Fendi.
Tema tarian garapan tersebut mengangkat legenda rakyat di daerah Prambanan, Sleman yaitu Bandung Bondowoso. Bandung Bondowoso merupakan sebuah legenda yang sangat terkenal baik di Jogja maupun daerah lain. Akan tetapi selama ini masyarakat hanya mengenal tentang cerita Bandung Bondowoso dengan Roro Jonggrang.
Garapan ini menceritakan sebuah mimpi Gupolo yang ingin mendapatkan Condrowati, selain itu dalam cerita ini banyak mengandung nilai dan norma yang sangat bermanfaat bagi masyarakat luas.
Diantaranya, nilai moral tersebut bahwa manusia harus dapat mengontrol hawa nafsu untuk dapat menjalani kehidupan dengan baik. Sedangkan nilai sosialnya mengandung makna bahwa manusia merupakan makhluk sosial yang harus dapat menghormati dan menghargai kaum wanita.


