Sleman – Ditangan seseorang yang memiliki nilai seni tinggi kayu bisa menjadi produk kerajinan yang menarik, unik dan bernilai seni tinggi. Dan ini dibuktikan oleh salah satu perajin Ahmad Barokah (46) warga Ngipiksari Desa Hargobinangun Pakem Sleman, Kamis (1/9).
Dengan bahan kayu tersebut Ahmad berhasil membuat beberapa desain unik untuk produk kayu lukisnya. Produk kerajinan dari bahan kayu mahoni, sonokeling dan wadang tersebut sudah dijalankan Ahmad sejak tahun 2002 silam. Dan hingga sekarang tetap bertahan dengan produk kayu lukis kreasinya. Meskipun belakangan ini daya beli masyarakat sedang turun dan biaya operasional justru makin meningkat.
Ahmad menjelaskan dulu kerajinan ini sangat diminati konsumen dari luar negeri. Tapi sudah lima tahun belakangan ini konsumennya berbalik dan hampir 90 persen dia hanya melayani pasar lokal.
”Saat ini pengiriman ke luar negeri hanya melalui trading. Biasanya dikirim ke Singapura, Jepang, Cina, Amerika dan Perancis. Kalau untuk pasar dalam negeri sudah melayani hampir di semua kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Bali, Semarang, Bandung, Kalimantan dan daerah lainnya,” kata Ahmad.
Ahmad mengaku ada beberapa faktor yang menyebabkan jumlah pesanan sangat fluktuatif. Mulai dari kondisi politik, bahan baku yang makin mahal dan daya beli masyarakat sendiri yang menurun.
Beberapa produk Ahmad antara lain aneka tempat tusuk gigi, boneka kayu, tempat perhiasan, vas bunga, gantungan kunci dan lainnya. Desain produknya ada beragam, mulai dari barang fungsional hingga aksesoris. Konsumen juga bisa meminta bentuk sesuai keinginan mereka.
“Karena proses pembuatannya memerlukan lima kali proses maka harga jualnya memang agak mahal mulai dari Rp 25.000 hingga Rp 300.000,” tuturnya.
Meski persaingan tidak bisa dihindari, Ahmad selalu mempertahankan kualitas dengan berinovasi di desain produk maupun kualitas pengecatannya.
“Saat ini saya dibantu 16 karyawan yang bekerja di lima tahap produksi mulai dari bahan mentah, pembentukan, pendempulan, painting dan finishing,” kata Ahmad.
Para pembeli produk kerajinan lukisnya kebanyakan pedagang kerajinan yang dijual kembali ke tempat-tempat wisata maupun galery. Namun demikian ada juga konsumen perseorangan.


