Idul Adha Ajarkan Hormati Kepercayaan Keluarga‬

Sleman – Pelaksanaan sholat Idul Adha tahun 1437 H di Lapangan Denggung, dan Masjid Agung Soedirohusoedo, Senin (12/9) dipadati jemaah.‬ Para jamaah tidak hanya dari lingkungan Sleman tapi juga luar daerah, termasuk pemudik yang memanfaatkan momen Idul Adha untuk berkumpul bersama saudara.

Bertindak sebagai  Imam/Khotib di lapangan Denggung Prof DR H Muhammad MAg, yang juga ketua Dewan Masjid Indonesia wilayah DIY. Sedang di Masjid Agung yang menjadi Imam /Khotib adalah Drs H Muh Lutfi Hamid MAg.

Dalam khotbahnya dihadapan jamaah sholat Idul Adha, Prof Muhammad menyampaikan sampai tiga hari ke depan, umat Islam disunahkan menyembelih hewan kurban.‬

‪“Tiada amalan yang lebih utama pada hari Idul Adha ini daripada menumpahkan darah binatang kurban,” ujarnya.‬

‪Dari perayaan Idul Adha ini, umat muslim dapat mengambil pelajaran bahwa ada dua hal penting yang dapat dijadikan acuan dalam kehidupan keluarga yakni menghormati kepercayaan, dan kehadiran cinta ayah.‬

‪Menghormati kepercayaan keluarga mengandung arti orang tua harus menjaga nilai kelayakan dengan selalu mengarahkan tujuan rumah tangga untuk beribadah kepada Allah. Ayah sebagai pemimpin keluarga memiliki peran yang besar.‬

‪Sedangkan makna keluarga butuh cinta ayah adalah saat ini banyak keluarga muslim dikorbankan karena salah pemahaman sang ayah. Pemahaman itu membuat lelaki berkeluarga meninggalkan anak istrinya demi aktif di komunitas luar.‬

‪“Kaum lelaki kadang berpikir berlebihan dengan menganggap keluarga akan menghalangi kecintaan terhadap Allah, sehingga mereka berjarak dengan istri dan anak-anak. Yang terjadi, lelaki tipe itu kerap terlibat dalam pelayanan komunitas, sementara di rumah hanya berbincang sekedarnya atau melakukan aktivitas seperlunya karena energi telah terkuras,” katanya.

‪Kendati, ada tipe yang lebih parah yakni yang berjarak dari keluarga karena mengejar material. Persamaan kedua tipe ayah itu, sama-sama tidak memandang keluarga sebagai sarana beribadah, dan justru memberi dampak buruk bagi anggota keluarga lain.‬

‪Sementara itu, Lutfi Hamid dalam khotbahnya di Masjid Agung mengemukakan momentum Idul Adha memberikan nilai pendidikan dalam kehidupan bermasyarakat, terutama keakraban dan kerukunan dalam rumah tangga.‬

‪Disamping itu menjadi pelajaran bersama tentang pentingnya pengorbanan. Ditemui usai mengikuti solat Idul Adha di Lapangan Denggung, Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI menilai perlunya kekompakan antara ayah, ibu, dan anak untuk menuju keluarga yang harmonis, dan sejahtera.

“Saat semuanya kompak dan penuh komunikasi, maka anak-anak tidak akan terjerumus pada pergaulan bebas,” katanya.‬

image_pdfimage_print
Bagikan: