Sleman – Untuk kebutuhan irigasi pertanian di Kabupaten Sleman berasal dari sungai dan sungai di Kabupaten Sleman peruntukannya sebagai sungai kelas (1) berdasar Pergup DIY nomor 22 tahun 2007. Sungai kelas (1) adalah air yang peruntukannya dapat digunakan untuk air baku minum dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama. Dengan demikian kebersihan sungai dan irigasi merupakan hal mutlak yang harus dilakukan.
“Yang menjadi keprihatinan bahwa sungai di Sleman masih menjadi tempat pembuangan sampah dan pembuangan air limbah (rumah tangga) tanpa pe ngolahan,” kata Dra Hj Sri Muslimatun MKes, Wakil Bupati Sleman usai Sarasehan tentang gerakan Irigasi bersih yang diselenggarakan di Gedung Serbaguna Sleman, Rabu (21/9).
Dikatakan Sri Muslimatun berdasarkan hasil uji kualitas air sungai di 60 titik pemantauan ( Sungai Denggung, Boyong-Code, Pelang, Gajahwong, Konteng, Bedok, Opak, Tepus Kuning, Blotan Kruwet dan Progo) menunjukkan semua sampel air yang diperiksa untuk parameter bakteriologis tidak memenuhi standar baku mutu air.
Menurutnya pengelolaan sumber daya air adalah upaya merencanakan, melaksanakan, memantau dan mengevaluasi penyelenggaraan konservasi sumber daya air, pendayagunaan sumber daya air dan pengendalian daya rusak air. Sedang di Sleman sendiri gerakan air bersih diatur melalui peraturan bupati sleman nomor 43 tahun 2015.
“Gerakan irigasi bersih itu sendiri dicetuskan dalam rangka kepedulian yang tinggi akan air, irigasi, petani, produksi pangan dan kesejahteraan petani,” kata Sri Muslimatun.
Karena itu kegiatan sarasehan tersebut juga dalam rangka menciptakan masyarakat untuk berbudaya bersih melalui serangkaian program dan kegiatan pengelolaan irigasi.
Visi gerakan irigasi bersih dicapai melalui peningkatan peran serta masyarakat daalam kebersihan irigasi, peningkatan kemampuan masyarakat petani pemakai air dalam mengolah sampah irigasi menjadi produk bernilai ekonomis tinggi.
Sedang saluran irigasi di Kabupaten Sleman terdiri dari saluran irigasi primer sepanjang 420.127 m dan saluran irigasi sekunder sepanjang 317.480 m. Sampai tahun 2015 saluran irigasi primer kondisi baik sepanjang 344.196 m, kondisi sedang 69.919 m dan rusak 6.012 m.
Dengan fasilitas irigasi tersebut luas lahan terairi tahun 2015 sebesar 10.655,10 Ha. Ketersediaan air irigasi untuk pertanian rakyat di Sleman telah mencakup 81,74 % dari total lahan pertanian.
Berdasarkan Permen PUPR nomor 14 tahun 2015 tentang kriteria dan penetapan status daerah irigasi, Pemkab Sleman mempunyai kewenangan, mengelola 853 daerah irigasi dari total 2.082 daerah irigasi yang berlokasi di Sleman.
Dari 2.082 daerah irigasi tersebut terdiri dari 955 bendung permanen (415 diantaranya dalam kondisi baik sedangkan 540 sisanya rusak), 208 adalah bendung permanen (158 dalam kondisi baik sedangkan 50 sisanya rusak), dan 919 daerah irigasi terdiri dari bendung sederhana dan mata air.
Sementara menurut Kepala Dinas Sumber Daya Energi Air dan Mineral (SDEAM) Kabupaten Sleman, Ir Sapto Winarno sarasehan tentang gerakan Irigasi bersih melibatkan komunitas pengguna dan pengelola air se Kabupaten Sleman.
Tujuan kegiatan gerakan irigasi bersih itu sendiri untuk menggugah kembali partisipasi masyarakat khususnya P3A/GP3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air/Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air) dalam pengelolaan irigasi agar air irigasi dapat mengalir sesuai waktu, ruang(lokasi), jumlah dan mutunya (warungjamu).
Dikatakan Sapto, bahwa gerakan irigasi bersih di Sleman pertama dicanangkan di Bendung Kabunan Kali Kuning pada tanggal 15 Maret 2014, yang kemudian setiap tahunnya diperingati sebagai upaya untuk menumbuhkan semangat gotong royong petani dalam maembersihkan jaringan irigasi dengan membawa slogan “ Boyong Tirto Kautaman”.
Sedang berdasarkan peraturan Bupati Sleman nomor 43 tahun 2015 tentang gerakan irigasi bersih, maka menjadikan bulan September sebagai Bulan Bhakti P3A Kabupataen Sleman. Peserta dalam sarasehan tersebut antara lain P3A dan GP3A se Kabupaten Sleman, komisi irigasi Kabupaten Sleman, camat se Kabupataen Sleman, kades se Kabupaten Sleman.


