Sleman – Sebagian saluran irigasi di wilayah Kabupaten Sleman mengalami kerusakan. Tercatat panjang saluran irigasi yang mengalami kerusakan tersebut mencapai 6.012 meter.
Menurut Kepala Dinas Sumber Daya Energi Air dan Mineral (SDEAM), Ir Sapto Winarno, di Kabupaten panjang saluran irigasi keseluruhan nya mencapai sekitar 420.127 meter yaitu berupa saluran primer, dan 317.480 meter saluran sekunder. Dari total itu, hanya 344.196 meter dalam kondisi baik, dan 69.919 meter masuk kategori sedang.
“Saluran irigasi sepanjang 6.012 meter atau enam kilometer lebih mengalami kerusakan,” kata Sapto, Minggu (25/9).
Dikatakan Sapto, keberadaan fasilitas irigasi tersebut sangat dibutuhkan masyarakat. Sepanjang 2015, lanjutnya, total lahan pertanian yang memanfaatkan saluran irigasi sebesar 10.655,10 hektar. Ketersediaan air irigasi untuk pertanian tersebut baru mencakup 81,74 % dari total lahan pertanian.
“Jadi belum 100 persen lahan pertanian yang memanfaatkan saluran irigasi,” kata Sapto.
Berdasarkan Permen PUPR No.14/2015 tentang kriteria dan penetapan status daerah irigasi, Pemkab Sleman berwenang mengelola 853 daerah irigasi dari total 2.082 daerah irigasi yang berlokasi di Sleman. Ke 2.082 daerah irigasi tersebut terdiri dari 955 bendung permanen di mana 415 di antaranya dalam kondisi baik sementara 540 lainnya rusak.
Selain itu ada 919 daerah irigasi terdiri dari bendung sederhana dan mata air yang dikelola Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman. Menanggapi kerusakan irigasi tersebut, Wakil Bupati Sleman Dra Hj Sri Muslimatun MKes mengatakan, Pemkab akan terus berupaya memperbaiki saluran irigasi yang rusak.
Menurutnya, fasilitas tersebut dinilai sangat vital karena ketersediaan air irigasi meski belum 100% sangat dibutuhkan oleh lahan pertanian. Oleh karena itu Sri Muslimatun berharap agar masyarakat juga ikut terlibat menjaga saluran irigasi tersebut supaya bisa tetap berfungsi dengan baik.


