Kesenian Tradisional Didorong Dukung Objek Wisata‬

‪Sleman – Kesenian tradisional maupun upacara adat yang banyak terdapat di lereng Gunung Merapi, Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman didorong untuk dapat mendukung objek wisata daerah Sleman.‬

‪”Kesenian tradisional dapat ditampilkan di objek-objek wisata di lereng Merapi sehingga bisa memberikan warna di setiap objek wisata,” kata Camat Cangkringan, Drs Edi Harmana, di Sleman, Jumat (30/9).‬

‪Menurut Edi, dengan penampilan kesenian tradisional tersebut diharapkan pengunjung tidak merasakan kebosanan dengan destinasi yang monoton.‬

‪”Dorongan ini ditujukannya ke objek wisata lingkup Lava Tour Merapi. Karena destinasinya hanya itu-itu saja,” kata Edi.‬

‪Edi menambahkan wisatawan yang menyewa jip wisata kemudian dibawa berkeliling di seputaran lereng Merapi. Melihat bekas-bekas erupsi 2010.‬

‪”Kalau ke makam ya hanya melihat makam saja. Saya ingin ketika di suatu tempat singgahan, ada yang menyambut. Utamanya kesenian adatnya sendiri. Seperti jathilan, atau tari-tarian lainnya agar pengunjung tidak bosan,” tutur Edi.‬

‪Edi mengatakan, dengan memberikan warna di objek wisata ini, maka “Lava Tour Merapi” akan terus bisa hidup. Meski saat ini objek-objek wisata lainnya mulai tumbuh di Sleman.‬

‪Penggunaan kesenian adat seperti ini juga telah dilakukan di Museum Gunungapi Merapi (MGM) di Pakem Sleman. Pada kegiatan tertentu pihak pengelola mengundang kesenian yang khas dari Sleman.‬

‪”Ini sekaligus menghidupkan kesenian tradisional. Setiap tahun selalu ada seperti keroncong atau jatilan dari Kaliurang,” kata Kepala UPT MGM, Suharno.

image_pdfimage_print
Bagikan: