Bupati Sleman Turut Meriahkan Kirab Upacara Adat Suran Mbah Demang

IMG_9982Sleman – Kirab Upacara Adat Mbah Demang kembali digelar oleh warga Desa Banyuraden, Gamping, Sleman pada Sabtu (8/10) atau setiap tanggal 8 Sura sesuai kalender Jawa tiap tahunnya. Kirab dimulai dari Balai Desa Banyuraden melewati Jalan Godean dan berakhir dikediaman Mbah Demang Condrodikromo. 

Kirab dimeriahkan 18 bregada dari seluruh padukuhan se Kecamatan Gamping. Turut dikirab aneka gunungan hasil bumi. Bupati Sri Purnomo beserta istri tampak hadir demgan mengendarai andong.

Bupati Sleman, Drs. H. Sri Purnomo, M.SI mengatakan melalui kegiatan ini juga mampu nyengkuyung keistimewaan DIY. Apalagi Upacara Adat Suran Mbah Demang ini sudah menjadi warisan budaya tak benda yang ditetapkan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Harapannya ke depan nilai kegiatan ini bisa diserap masyarakat sebagai bekal hidup bermasyarakat dan acara ini menjadi agenda wisata unggulan, Sabtu (8/10).

Pemangku Adat Sanggar Widya Pramono, Murdianto Murda Puspita mengatakan kegiatan rutin tahunan ini sebagai wujud menghormati jasa Mbah Demang Cokrodikromo yang begitu besar, khususnya bagi masyarakat di Desa Banyuraden.

Demang Condrodikromo sendiri ketika remaja bernama Asrah. Asrah mendapat perintah dari seorang demang untuk bertapa. Pertapaan selama sebulan sebagai bentuk laku prihatin bagi Asrah untuk menghilangkan sifat nakal dikala remaja.

Dalam laku prihatin itu, Asrah bertemu dengan figur-figur bijak yang mengajarinya tentang kesejatian hidup. Usai bertapa,  Asrah tumbuh menjelma menjadi seorang yang sakti. Dia lantas diangkat menjadi mandor di perkebunan tebu. Selanjutnya naik pangkat menjadi demang pabrik gula di daerah Demak Ijo, Gamping. Dari situ Asrah berganti nama menjadi Demang Cokrodikromo.***

image_pdfimage_print
Bagikan: