Sleman – Konservasi air di Sleman tetap terjaga dan air hujan bisa meresap. Dan salah satu upaya yang dilakukan adalah membuat Ruang Terbuka Hijau (RTH). Hanya saja luasan RTH perkotaan di Kabupaten Sleman masih jauh dari standar lingkungan hidup. Saat ini luasan RTH perkotaan hanya 20% dari total luas wilayah perkotaan.
Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sleman, Drs Purwanto mengatakan, luas wilayah perkotaan Sleman 14.701 hektar, sementara RTH hanya 588,93 hektar atau 20%.
“Idealnya, RTH perkotaan Sleman seluas 30 persen. Jadi masih kurang 10 persen untuk memenuhi standar yang ditentukan,” kata Purwanto, Senin (17/10).
Menurutnya RTH perkotaan Sleman tersebar di sejumlah titik. Ada lima macam peruntukkan, seperti habitat liar atau sempadan sungai seluas 335,5 hektar, taman kota (4,17 hektar), lapangan olahraga (68,36 hektar), area pemakanan (93,68 hektar), serta koridor atau sempadan jalan seluas 87,22 hektar.
Akibat terbatasnya luasan RTH perkotaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melalui Peraturan Daerah (Perda) No.1/2016 mewajibkan seluruh desa untuk membuka RTH baru.
“Luasan RTH yang diwajibkan bagi masing-masing desa adalah 20 persen dari total luas desa. Kami sebisa mungkin akan terus memperluas RTH perkotaan,” kata Purwanto.
Langkah tersebut dilakukan, dikatakan Purwanto, untuk mengimbangi cepatnya alih fungsi lahan yang terjadi di Sleman. Selain itu, kebutuhan RTH dilakukan untuk menjaga kemampuan tanah dalam meresap air dan menghasilkan oksigen, sehingga suhu udara dapat tetap stabil.
“Sekarang pembangunan hotel, mall, dan perumahan banyak dilakukan. Luas RTH semakin menyempit. Padahal keberadaannya sangat penting,” tutur Purwanto.
Jika RTH semakin berkurang, maka keberadaan cadangan air tanah dan bawah tanah juga akan semakin berkurang. Kondisi ini dapat mengancam ekosistem lingkungan, termasuk bagi kehidupan manusia. Di antaranya masyarakat akan mengalami kesulitan untuk memperoleh air bersih.
Apalagi wilayah Kabupaten Sleman secara geografis berada dihulu untuk Kota Yogyakarta dan Bantul. Sehingga Sleman menjadi andalan untuk pasokan air ke Jogja dan Bantul.


