Gladi lapang Paseduluran Sekolah ”Sister School”

DSC_0980Sleman – Beberapa siswa SD Tarakanita Ngrembesan  Kecamatan Turi Sleman mengalami luka, ada yang patah tulang dan yang paling banyak mengalami luka ringan serta memar-memar karena berebut menyelamatkan diri saat terjadi bencana erupsi Merapi, Senin (7/11).

Masih untung karena para guru SD tersebut menenangkan siswa untuk tidak panik dan teratur untuk menyelamatkan diri dengan dievakuasi menggunakan beberapa mobil bak terbuka. Hingga akibat yang lebih parah tidak terjadi.

Hal tersebut sebagai gambaran saat gladi lapang penanggulangan  bencana /paseduluran Sekolah di  Sister School di SMP Santo Asloysius Turi Sleman.

Sementara Wakil Bupati Sleman Dra Hj Sri Muslimatun MKes disela-sela gladi lapang  menyampaikan bahwa gladi lapang menjadi momen strategis bagi sekolah terdampak bencana SD Tarakanita Ngrembesan dan sekolah penyangga bencana SMP Santo Aloysius Turi untuk meningkatkan  kesiapsiagaan dan kewaspadaan segenap elemen sekolah terkait bencana erupsi Gunung Merapi.

Segenap elemen sekolah harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi bencana, dengan harapan kesiapsiagaan tersebut dapat bermanfaat dalam menentukan langkah-langkah yang tepat dalam kondisi kedaruratan.

Disampaikan Sri Muslimatun bahwa Kabupaten Sleman dianugerahi karakteristik wilayah yang beragam, setiap wilayah memiliki potensi bencana yang berbeda.

“Namun demikian hal tersebut bukan menjadi alasan bagi kita untuk tidak mensyukuri keistimewaan wilayah yang kita miliki. Kita semua tidak mengharapkan terjadinya bencana namun kita harus siap menghadapinya bila hal itu terjadi. Kata kuncinya adalah kita harus memiliki kesiapan dan kewaspadaan dalam menghadapi resiko bencana yang mungkin terjadi,” kata Sri Muslimatun.

Menyadari kondisi tersebut Pemkab Sleman berupaya melakukan langkah mitigasi bencana. Tidak hanya meminimalisir jumlah korban namun juga memastikan proses belajar mengajar anak didik tidak terhambat akibat terjadinya bencana.

“Berlatarbelakang hal tersebut, Pemkab Sleman melaksanakan kegiatan pengurangan resiko bencana berbasis masyarakat dengan mengembangkan sister school atau paseduluran sekolah,” tambahnya.

Melalui kegiatan tersebut sekolah terdampak dipersaudarakan melalui pembuatan MOU paseduluran sekolah dengan sekolah penyangga yang berada di wilayah yang relatif aman.

Dengan demikian, saat terjadi kondisi darurat dimana tidak memungkinkan dilaksanakannya proses belajar mengajar maka untuk menjamin tetap terlaksananya kegiatan belajar, seluruh komponen sekolah yang terdampak bencana akan dipindahkan ke sekolah penyangga.

Usai gladi lapang dilakukan penandatangan MOU antara Kepala Sekolah  SD Tarakanita Turi dan Kepala Sekolah SMP Aolysius  Donokerto Turi terkait Sekolah yang berdampak erupsi Merapi dan SMP Aloysius Turi sebagai sekolah penyangga.

image_pdfimage_print
Bagikan: