Sleman – Persaingan industri rumah tangga sekarang ini cukup kompetitip. Karena itu produsen harus pintar-pintar menjaga kualitas produknya. Begitu juga dengan industri atau bengkel las harus bisa menjaga kualitas jika ingin eksis ditengah persaingan saat ini.
Karena itu, untuk terus menjaga kualitas mutlak dimiliki oleh mereka agar tetap eksis di pasaran. Salah satunya dirasakan Rolis Noverta (25) pemilik usaha bengkel las di Dusun Donolayan Desa Donoharjo Kecamatan Ngaglik Sleman yang membuka usaha bengkel las sejak 2012 lalu. Apalagi di sekitar tempat tinggalnya terdapat lima bengkel las, belum lagi bengkel las di daerah lain.
Untuk pemesanan lebih banyak didominasi perseorangan. Ada juga instansi pemerintah, namun jumlahnya belum seberapa. Pagar, kanopi dan teralis merupakan tiga orderan yang paling banyak masuk.
“Sekarang sedang mengerjakan pesanan tiang baliho untuk banner dari Pemkab Sleman. Ada 75 buah dengan ukuran 2×1 meter2. Masih proses karena baru 50 persen,” kata Rolis, Rabu (30/11).
Diakui Rolis ada waktu-waktu tertentu usaha bengkel las miliknya cukup ramai. Seperti saat menjelang lebaran merupakan saat banyak pesanan. Karena banyak warga yang ingin merehab rumahnya. Pagar dan terlaris merupakan yang paling banyak dipesan.
“Teralis terutama karena rumahnya akan ditinggal lama untuk mudik. Jadi mereka ingin rumahnya aman,” kata Rolis.
Saat disinggung untuk bahan baku, Rolis tidak merasakan kendala berarti. Karena besi dapat dia peroleh dengan mudah di toko-toko bangunan. Dengan harga bervariasi menyesuaikan tebal tipisnya besi. Namun rata-rata Rp 80.000 – Rp 300.000 perbatang ukuran enam meter.


