Tarik Wisatawan Dengan Kolaborasikan Event Budaya dan Wisata‬

Sleman – Dinas Pariwisata (Dinpar) Kabupaten Sleman tetap akan mengemas event budaya sebagai daya tarik pariwisata.‬

‪”Meskipun saat ini sudah ada Dinas Kebudayaan, namun kami tetap berkolaborasi mengemas event budaya sebagai event pariwisata untuk menarik kunjungan wisatawan,” kata Dra Sudarningsih MSi, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman  di Sleman, Senin (23/1).‬

Menurut Sudarningsih, atraksi-atraksi budaya yang selama ini telah menjadi kegiatan rutin akan tetap ditangani Dinas Pariwisata, dan kegiatan tersebut tetap akan dilanjutkan pada tahun-tahun yang akan datang.‬

‪”Beberapa event budaya tersebut di antaranya Pelagi Budaya Bumi Merapi, Festival Bregodo, Saparan Bekakak dan lainya,” kata Sudarningsih.‬

‪Sudarningsih menambahkan, meski ditangani Dinas Pariwisata, namun pihaknya tetap bekerja sama dan bersinergi dengan Dinas Kebudayaan.‬

“Meski secara institusi berpisah, namun kami telah bersama-sama mengembangkan pariwisata dan seni budaya yang ada di Sleman,” tuturnya.‬

Kerja sama tersebut lanjut Sudarningsih termasuk juga dalam pengelolaan kawasan wisata cagar budaya yang ada di Sleman.‬

‪”Kawasan cagar budaya seperti Candi Ijo di Prambanan, Candi Sambisari di Kalasan maupun Goa Jepang di lereng Gunung Merapi dan lainnya dikelola bersama-sama. Kami tetap koordinasi dan tidak lepas,” katanya.‬

‪Sedang  untuk alokasi dana keistimewaan (danais) untuk kebudayaan, Dinas Pariwisata Sleman hanya mendapatkan alokasi melalui Dinas Pariwisata DIY.‬ ‪”Dana sementara masih digelontor dari DIY, tahun 2017 ini belum,” kata Sudarningsih.‬

‪Sedangkan untuk Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementrian Pariwisata  pada tahun ini senilai Rp 1 miliar.‬ Bantuan DAK dari Kementrian Pariwisata ini digunakan untuk meningkatkan dukungan pariwisata di Gardu Pandang Merapi Kaliurang seperti untuk membangun area parkir, kios souvenir dan toilet serta untuk fasilitas lainnya.

image_pdfimage_print
Bagikan: