Sleman – Ramadan merupakan bulan yang dinantikan oleh setiap umat muslim di seluruh dunia. Tak terkecuali di Indonesia, umat islam berlomba – lomba dalam memperbanyak amal dan ibadah.
Dari mulai memberi santunan kepada yang membutuhkan, salat wajib, salat sunah, hingga membaca Al – Quran sampai larut malam. Demikian pula yang dilakukan oleh santriwan – santriwati SDIT Salsabila Klaseman Sinduharjo Ngaglik Sleman.
Santriwan Santriwati diwajibkan menghafal surat Al – Baqarah ayat 155 – 156 dan ayat 283. Untuk memotivasi santriwan santriwati pihak SDIT Salsabila menggelar sepak bola api.
“Sepak bola api menjadi momen yang selalu ditunggu oleh santri. Hal tersebut mampu memberikan lecutan semangat bagi santri setiap tahunnya,” kata Kepala Sekolah SDIT Salsabila, Zaelani, Rabu (7/6).
Sepak bola api merupakan momen untuk mengenalkan dan memberi pelajaran kepada santri perihal api itu panas dan api neraka lebih panas dari api dunia. Namun, manusia tidak perlu takut dengan api. Selama manusia berbuat baik (dingin), api tidak memanas, tambah Zaelani.
Sepak bola api dimainkan dengan bola yang terbuat dari kelapa kering dengan sambut yang sudah di rendam minyak tanah selama 1 hari. Dan dimainkan dengan menggunakan telapak kaki untuk menghindari terjadinya luka bakar pada kulit. Selain menanamkan nilai, sepak bola api semula juga bertujuan untuk memperkenalkan keberadaan sekolah kepada masyarakat sekitar.


