Perilaku dan Lingkungan Pengaruhi Derajat Kesehatan Masyarakat

Sleman – Pengabdian kepada masyarakat terpadu akan bermanfaat bagi masyarakat khususnya masyarakat Desa Banyuraden, Nogotirto, dan Trihanggo Gamping yang menjadi lokasi kegiatan pengabdian masyarakat.  Selain berguna bagi masyarakat kegiatan tersebut juga  akan memberikan manfaat bagi dosen dan mahasiswa Poltekes Kemenkes Yogyakarta yang terlibat dalam kegiatan pengabdian tersebut. Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman, Sri Purnomo, saat penerimaan peserta pengabdian kepada masyarakat Poltekes Kemenkes Yogyakarta di Auditorium Poltekes, Senin (17/7).

Lebih lanjut disampaikan bahwa pembangunan kesehatan pada hakekatnya adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemampuan dan kemauan hidup sehaat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Saat ini, kita tengah mengalami perubahan pola penyakit yang sering disebut transisi epidemologi yang ditandai dengan meningkatnya kematian dan kesakitan akibat penyakit tidak menular seperti stroke, jantung, diabetes, dan lain-lain.

Sedangkan menurut Bupati Sleman bahwa derajat kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh empat faktor, yaitu perilaku, lingkungan, pelayanan kesehatan dan keturunan. Faktor perilaku dan faktor lingkungan memegang peran lebih dari 75% dari kondisi derajat kesehatan masyarakat. Perbaikan lingkungan dan perubahaan perilaku kearah yang lebih sehat perlu dilakukan secara sistematis dan terencana oleh semua komponen bangsa. Oleh karena itu, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) menjadi  sebuah pilihan dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik.

Sementara itu, Joko Susilo mewakili Direktur Poltekes Kemenkes Yogyakarta melaporkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat Poltekes Kemenkes Yogyakarta  tersebut dilaksanakan oleh para Dosen, Instruktur dan Mahasiswa dari enam keilmuan atau profesi kesehatan, yaitu Analis Kesehatan, Gizi, Kebidanan, Keperawatan Gizi, dan Kesehatan Lingkungan.

Sedang peserta pengabdian masyarakat tersebut terdiri mahasiswa semester IV program Diploma III dan mahasiswa semester VI program Sarjana Terapan atau Diploma IV dari enam keilmuan atau profesi kesehatan sebanyaak 536 orang. Dosen dan Instruktur dengan latar belakang profesi kesehatan yang berbeda sebanyak 146 orang.

Peserta pengabdian masyarakat dibagi dalam 70 kelompok dan setiap kelompok bertanggung jawab pada satu RW di wilayah Desa Banyuraden, Nogotirto dan Trihanggo Gamping. Sasaran pengabdian kepada masyartakat tersebut adalah keluarga dengan konsep One Student, One Family by Inter Professional Education (OSOF-IPE) dan setiap kelompok peserta akan langsung tertuju ke keluarga dan melakukan identifikasi masalah kesehatan, dan memberikan tindakan promotif dan preventif sesuai permasalahan yang ditemukan, serta penanganan tersebut akan dibimbing oleh Dosen /Instruktur dan fasilitator dari Puskesmas, Desa, Dukuh, RW, dan Kader Posyandu.

Penyerahan peserta pengabdian kepada masyarakat oleh Poltekes Kemeskes Yogyakarta ditandai dengan penandatangan berita acara oleh Bupati Sleman dan Kepala Badan PPSDM Kesehatan RI.

image_pdfimage_print
Bagikan: