Sleman – Eka Gumantri, warga Beran Lor Tridadi Sleman, berkolaborasi dengan para petani jamur organik dari Sleman, Tempel, dan Turi untuk memulai bisnis keripik jamur. Ia didukung oleh putranya, Adnan Abdusalam, sebagai marketing di bisnis yang ia tekuni sejak Januari 2017.
Adnan mewakili Eka menuturkan bagaimana ayahnya mengawali bisnis keripik jamur organik ini.
“Petani jamur mengeluh pemasaran yang sulit, dari itu kita memutuskan untukgimana kalau berkolaborasi, dengan syarat bahwa jamur ini adalah jamur organik,” terang Adnan saat ditemui di kediamannya, Selasa (25/7).
Mengusung nama Bagio Chips, Adnan mengaku bahwa setiap hari ia membutuhkan jamur seberat 15-20 kg untuk menghasilkan keripik seberat 11-16 kg.
“Jadi susut kurang lebih 4 kg,” tutur putra sulung dari Eka ini.
Hasil dari pengolahan keripik jamur ini kemudian dikemas ke dalam beberapa kemasan dengan beberapa varian rasa.
“Kita ada 6 varian, rumput laut, hot spicy atau pedas manis, level 10, original bagi yang tidak suka rasa, terus sapi panggang, yang terakhir keju pedas,” sebut Adnan satu per satu. Harganya pun beragam mulai dari 2 ribu rupiah untuk kemasan kecil hingga 18 ribu rupiah untuk kemasan besar.
Untuk pemasarannya, Adnan mengandalkan dua channel, yakni offline dan online. Untuk offline Adnan memilih sistem stok ke beberapa swalayan dan sistem reseller. Sedangkan media online, Adnan menggunakan Instagram sebagai sarana mempromosikan keripik jamur organik ini.
Peminat keripik jamur milik Eka ini pun sudah mencapai ke luar Pulau Jawa.
“Kemarin dari Lahat, Lampung, Batam,” kata Adnan.
Dengan bantuan dua karyawan, Adnan mampu meraih omset per bulan hingga 9 juta.
Ke depannya, Adnan berharap bisnis yang dirintis bersama dengan ayahnya ini dapat terus berkembang dan mampu memberi keuntungan tak hanya untuk pribadi namun juga para petani jamur di lingkungannya.
https://www.youtube.com/watch?v=P2jB1NjBsEw


