
Sleman – Untuk memberi jaminan bahwa hewan kurban yang akan disembelih pada Hari raya Idhul Adha aman dan sehat, Pemkab Sleman dipimpin Bupati Sleman, Sri Purnomo, melakukan pemantauan hewan kurban di Pasar Hewan Gamping, Selasa (15/8).
Ikut mendampingi Bupati Sleman pada kesempatan tersebut, antara lain Kepala Biro Administrasi dan SDA Setda DIY, Sugeng Purwanto, Kepala Dinas Perindag, Tri Endah Yitnani, Kepala Dinas Kominfo, Intriati Yudatiningsih, Kepala Bappeda, Kunto Riyadi, Kepala Bagian Pembangunan Setda Sleman, Dwi Anta Sudibya, Sekretaris Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, Suwandi Azis, dan lain-lain.
Maksud dan tujuan pemantauan ini adalah untuk mendapatkan informasi di lapangan terkait kesiapaan Sleman dalam menyediakan hewan kurban baik di pasar hewan, pasar tiban, pusat penjualan hewan kurban, Rumah Potong Hewan, dan di kandang-kandang komunal peternak.
Di samping itu juga untuk mendapatkan informasi terkait hasil kesehatan hewan kurban, langkah-langkah pencegahan, dan tindak lanjut penanganan apabila ditemukan hewan kurban yang mengidap penyakit, serta untuk mendapatkan informasi sebagai bahan penyusunan kebijakan pengendalian inflasi daerah di Kabupaten Sleman.
Kepala Biro Administrasi dan SDA Setda DIY, Sugeng Purwanto, menyampaikan bahwa pemantauan hewan kurban dilaksanakan tak hanya di Pasar Hewan Gamping saja tapi juga di 17 kecamatan di Kabupaten Sleman dengan melibatkan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman yang bekerjasama dengan petugas dari Fakultas Kedokteran Hewan UGM serta pihak terkait lainnya.
Lebih lanjut, Sri Purnomo saat ditemui di sela-sela kunjungannya mengatakan bahwa pengendalian inflasi menjelang Idul Adha 1438 H merupakan hal yang penting dilakukan oleh setiap daerah.
“Ini amanah dari Presiden langung jadi kepala-kepala daerah diminta untuk menjaga stabilitas harga di wilayah kemudian jangan sampai nanti terjadi inflasi,” ungkap Sri.
Sri juga menambahkan bahwa pengendalian harga hewan kurban ini bergantung pada supply (penawaran) dan demand (permintaaan).
“Jadi kalau supplynya itu sedikit kebutuhannya banyak otomatis harga akan meningkat sehingga kita kan berupaya ketika kebutuhannya meningkat bagaimana ini supplynya juga lancar,” imbuh Sri.
Menurut data dari Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman, ketersediaan ternak di Kabupaten Sleman tahun 2017 untuk sapi sejumlah 53.022 ekor, kambing 36.586 ekor, dan domba 72.362 ekor.
Sedang di Kabupaten Sleman sendiri terdapat sekitar 478 kandang kelompok ternak khususnya ternak sapi, dimana kandang kelompok tersebut menyediakan ternak sapi potong untuk kurban. Supply yang dimiliki Sleman ini, menurut Sri sudah cukup memenuhi dari permintaan masyarakat menjelang Idul Adha 1438 H nanti.
“Kebutuhan tercukupi dan harganya juga stabil tidak terlalu membumbung tinggi hanya naik dalam batas wajar,” terang Sri.
Di kesempatan ini, Sri Purnomo juga membagikan buku panduan pemotongan hewan kurban kepada masyarakat.
“Buku panduan dari Kabupaten Sleman itu supaya nanti masyarakat khususnya kalau ntuk menyembelih, itu di situ ada aturan-aturannya, cara memilih sapi juga sudah ada aturan-aturannya, sehingga mereka milih sapinya bisa tepat, tidak cacat, umurnya sudah sampai, kemudian cara menyembelihnya harus profesional,” jelas Sri.
Sri Purnomo berharap, masyarakat dapat memperhatikan prosedur-prosedur penyembelihan karena hal tersebut berkaitan dengan kehalalan dari kurban itu sendiri.


