Nama Jalan Jadi Simbol Persatuan Antar Suku

Foto Peresmian Nama Jalan Arteri (Ring Road) Oleh Nana

Sleman – Kini jalan bukan lagi sebuah sarana perhubungan semata tetapi juga sarana dan prasarana untuk meningkatkan kehidupan perekonomian rakyat. Tersedianya sarana jalan yang representatif akan merangsang dan memacu masyarakat untuk melakukan berbagai aktivitas sosial dan ekonomi sehingga kehidupan masyarakat di sekitar jalur jalan tersebut kian dinamis dan tinggi tingkat mobilitasnya. Hal ini disampaikan oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo dalam sambutannya pada Peresmian Jalan Arteri (Ring Road), Selasa (3/10) di Simpang Empat Jombor, Sleman.

Peresmian nama Jalan Arteri (Ring Road) ini dihadiri langsung oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heriawan, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Ahmad Sukardi, Walikota Bandung, Ridwan Kamil, Kepala Pengadilan Tinggi Yogyakarta, Haryanto, dan seluruh Walikota serta Bupati di DIY.

Dalam kesempatan tersebut, Sri Sultan Hamengku Buwono X menuturkan bahwa peristiwa pada siang hari tersebut merupakan peristiwa penting. Sultan juga menyampaikan bahwa penamaan jalan tersebut bisa menjadi simbol agar suku-suku di Indonesia bisa damai selalu. “Hari ini dengan rekonsiliasasi cultural mungkin kita bisa memaafkan dan melupakan apa yang telah terjadi sebagai sejarah yang tidak akan terulang,” tutur Sultan.

Hadirnya para pejabat dari Jawa Barat dan Jawa Timur bukanlah tanpa sebab melainkan karena terdapat nama jalan yang mengandung unsur kerajaan dari Jawa Barat dan Jawa Timur

Nama jalan yang berasal dari kerajaan Jawa Barat yaitu Jalan Siliwangi sepanjang 8,58 km dan Jalan Padjajaran sepanjang 10 km. Sementara nama jalan yang berasal dari nama kerajaan Jawa Timur yaitu Jalan Majapahit sepanjang 3,08 km dan Jalan Brawijaya sepanjang 5,84km.

Selain itu kedua nama jalan lainnya adalah Jalan Ahmad Yani yang memiliki panjang 6,5 km dan Jalan Prof Dr Wirjono Projodikoro dengan panjang 2,73 km.

Ridwan Kamil selaku Walikota Kota Bandung sangat senang atas terealisasinya penamaan jalan menggunakan nama kerajaan Jawa Barat. Ia pun berharap dengan adanya jalan ini masyarakat Suku Sunda dan Jawa dapat bersatu.

“Mudah-mudahan di generasi kami masalah psikologis bisa kita akhiri dan kita bisa bersama, Suku Sunda dan Jawa untuk selalu melihat ke depan. Jangan selalu melihat ke belakang,” ujarnya.

Ridwan Kamil pun berharap di kemudian hari pihaknya dapat membalas penamaan jalan di Jawa Barat dengan nama Yogyakarta maupun kerajaan yang ada di Yogyakarta agar semakin mempererat persaudaraan kedua daerah tersebut.

 

image_pdfimage_print
Bagikan: