Peserta KB Baru Capai 25,15%

Sleman – Acara Monitoring dan Evaluasi Bakti Sosial TNI Manunggal keluarga berencana dan KB tingkat Provinsi DIY dilaksanakan Jumat (6/10) di balai desa Trimulyo, Kabupaten Sleman.

Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) merupakan program yang melibatkan berbagai lintas sektor oleh karena itu penyerasian kebijakan antar sektor menjadi perhatian bersama.

Maka dari itu dalam realisasinya BKKBN (Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional) bersama TNI telah menetapkan kesepakatan bersama tentang kerjasama revitalisasi Program KKBPK.

Dalam sambutannya, Sri Purnomo mengatakan bahwa kegiatan Bakti Sosial TNI Manunggal KB Kesehatan telah sejalan dengan agenda prioritas Pembangunan Nasional (Nawacita), cita ketiga yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

Dalam kesempatan tersebut, Sri Purnomo juga menyampaikan, sampai bulan Agustus jumlah peserta baru Keluarga Berencana (KB) telah tercapai 25,15% dan peserta aktif KB 77,41%.

“Pencapaian kesertaan KB sampai dengan bulan Agustus  peserta KB Baru telah tercapai 6.613 dari perkiraan permintaan pasar (PPM) 26.293 tercapai 25,15 %. Sedangkan Peserta aktif sebanyak 106.312 dari PPM 137.331 atau 77.41%,” jelas Sri Purnomo.

Sementara  Dandim 0732 Sleman Letkol Arm Djoko Sudjarwo memaparkan bahwa tujuan dari monitoring ke daerah-daerah atau ke wilyah-wilayah kabupaten ingin mencatat atau ingin mengetahui apa yang dilakukan dan dikerjakan program pemerintah dalam hal pengendalian laju pertumbuhan penduduk ini bisa berhasil atau tidak.

“Program dari BKKBN dalam hal ini oleh pemerintah merupakan suatu program yang harus dijalankan,” Jelas Joko.
Ia mengatakan, program yang beberapa waktu lalu diharapkan pegendalian laju penduduk bisa terkontrol tetapi pada evaluasi program 2016 ternyata tidak tercapai.

“Mudah-mudahan kita selaku warga yang bertempat tinggal di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dapat mensukseskan program yang dicanangkan pemerintah,” harap Joko mengakhiri pidatonya. (Firli)

image_pdfimage_print
Bagikan: