Empat Tenaga Kesehatan Kabupaten Sleman Dinilai Tim Seleksi

Sleman – Empat tenaga kesehatan Kabupaten Sleman dinilai oleh tim Penilai DIY dalam rangka pemilihan tenaga kesehatan teladan. Tenaga kesehatan yang dinilai tersebut, telah mengikuti ujian tertulis pada 30 April yang lalu dan kunjungan lapangan dilaksanakan Kamis (22/5).

Kunjungan lapangan ke empat lokasi, meliputi Puskesmas Seyegan untuk tenaga medis atas nama drg. Sri Wijayanti dan tenaga keperawatan atas nama Agung Sukmawati.

Untuk Puskesmas Ngaglik I tenaga kesehatan Masyarakat atas nama Puspo Peni dan untuk Puskesmas Depok II bagi tenaga Pelaksana gizi atas nama Adi Nugrahawati.

Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu, SS. M.Hum, dan Kepala Dinas Kesehatan, menerima tim penilai DIY di Puskesmas Depok II yang dipimpin oleh drg. Ini Hekmatin, M.Kes bersama rombongan.

Yuni Satia mengatakan bahwa penilaian ini merupakan momen yang sangat tepat untuk menge­va­luasi dan melihat kinerja sebenarnya dari tenaga kesehatan yang bersangkutan di lapangan  dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Pemkab Sleman senantiasa berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Peningkatan kualitas kesehatan tersebut, dilaksanakan  dengan  pengadaan dan perbaikan sarana prasarana kesehatan, puskesmas dan rumah sakit, penyempurnaan sistem pelayanan dan peningkatan kualitas pelayanan, serta peningkatan kapasitas sumber daya kesehatan.

Selain itu, juga diupayakan agar pelayanan kesehatan mudah diakses oleh setiap warga masyarakat Sleman. Keberhasilan di bidang kesehatan di Sleman selama ini tidak dapat dilepaskan dari peran tenaga medis dan tenaga kesehatan.

Dengan demikian, keberhasilan tidak hanya meningkatkan usia harapan hidup saja namun lebih persuasif kepada bentuk pelayanan pada masyarakat. Terlebih lagi kinerja tenaga kesehatan dapat meningkatkan kualitas institusi untuk memberi pelayanan yang terstandar.

Ditambahkan Yuni Satia bahwa peningkatan sarana dan prasarana kesehatan di Kabupaten Sleman dilakukan antara lain dengan peningkatan Puskesmas menjadi puskesmas rawat inap, yaitu Puskesmas Mlati II, Puskesmas Ngemplak I, Puskesmas Minggir, Puskesmas Kalasan dan Puskesmas Sleman.

Sejumlah 71 Puskesmas Pembantu juga mendukung pelayanan kesehatan di seluruh desa. Jumlah tenaga medis di 25 Puskesmas di Kabupaten Sleman sebanyak 11 tenaga medis yang meliputi 71 dokter umum, 39 dokter gigi termasuk 4 dokter gigi spesialis.

Selain itu juga telah terbentuk tempat perawatan gizi buruk di 4 Puskesmas perawatan yang ditangani oleh tim yang terdiri dari dokter, ahli gizi perawat, serta psikolog yang juga telah dilatih penanganan gizi buruk serta didampingi dokter spesialis anak. Sedangkan di tingkat dusun juga terdapat 1.516 posyandu yang tersebar di 1.212 padukuhan dengan jumlah posyandu yang aktif sebanyak 73,15%.

Upaya standarisasi kualitas pelayanan terus ditingkatkan. Sampai dengan tahun 2013 telah ada 23 puskesmas berstandar ISO dari 25 puskesmas yang ada. Disamping itu pengelolaan RSUD Sleman semakin baik dengan lulus ISO 9000:2008 serta penerapan sebagai BLUD .

image_pdfimage_print
Bagikan: