Gladi Lapang dan Penandatangan MOU Sister Village

DSC_0288 BernasSleman – Penandatangan MOU Sister Vilage  antara Desa Umbulharjo Cangkringan dengan Desa Umbulmartani Ngemplak telah dilakukan di Barak Pengungsian Brayut Wukirsari Cangkringan Selasa (31/5).

Dan Desa Kepuharjo Cangkringan dengan Desa Bimomartani Ngemplak, Desa Wukirsari Cangkringan dengan Desa Bimomartani Ngemplak, dan Desa Argomulyo Cangkringan dengan Desa Tirtomartani Klasan telah dilakukan di Barak Pengungsian Kiyaran Wukirsari Cangkringan, dengan disaksikan Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI, dan sebagai saksi Kepala BPBD Kabupaten Sleman Drs Julistiono Dwi Wasito SH MM dan Camat Cangkringan Edy Harmana SH.

Perjanjian kerjasama tersebut tentang penampungan bila terjadi bencana erupsi merapi, sebagai desa yang berdampak erupsi Merapi baik Desa Umbulharjo, Kepuharjo, Wukirsari dan Argomulyo Cangkringan, maka sebagai desa penyangga/penampung pengungsi bila terjadi bencana erupsi merapi adalah Desa Umbulmartani, Bimomartani dan Tirtomatani.

Disamping penandatangan MOU antara desa tersebut juga dilakukan gladi lapang penanggulangan bencana baik yang ditampung di barak pengungsian Brayut maupun Kiyaran.

Sri Purnomo menyampaikan bahwa  mengingat upaya mitigasi bencana tidak bisa berhasil tanpa kesatuan langkah semua unsur yang terlibat.

“Karenanya saya ingin mengajak seluruh jajaran untuk dapat terus menjaga semangat dan komitmen dalam mengoptimalkan peran dan fungsinya dalam upaya mitigasi bencana di Kabupaten Sleman,” kata Sri Purnomo.

Memastikan semua unsur memiliki kesiapan dan kesiapsiagaan dalam menjalankan peran dan fungsinya saat mengahadapi bencana menjadi tujuan yang harus diwujudkan.

Sehingga dapat meminimalisir jatuhnya korban jiwa dan kerugian oleh bencana. Gladi lapang menjadi media yang sangat strategis dalam mengaplikasikan pengetahuan dan pemahaman dalam mitigasi bencana.

Kegiatan tersebut juga menjadi moment dalam menggali secara lebih dalam apa saja yang harus dipersiapkan baik oleh masyarakat, relawan maupun Unit Operasional Penanggulangan Bencana Kecamatan dan Unit Pelaksana Penanggulangan Bencana Desa ketika dihadapkan pada kondisi nyata.

Disamping itu, kegiatan tersebut juga menjadi media koordinasi bagi seluruh unsur yang terlibat, sehingga dapat semakin solid sebagai satu kesatuan dalam upaya mitigasi bencana.

Oleh karena itu, Sri Purnomo berharap seluruh jajaran yang terlibat pada Gladi Lapangan ini dapat benar-benar memanfaatkan moment ini untuk meningkatkan dan memantapkan kesiapsiagaan masing-masing sesuai peran dan fungsinya. Sehingga tujuan dalam pelaksanaan Gladi Lapang ini dapat benar-benar terwujud.

Lebih lanjut disampaikan bahwa  jajaran Unit Operasional Penanggulangan Bencana Kecamatan dan Unit Pelaksana Penanggulangan Bencana Desa untuk dapat mengoptimalkan peran dan fungsinya.

Mengingat kedua unit ini yang akan membantu ketugasan BPBD Sleman dalam penanggulangan bencana saya berharap keberadaannya mampu  memperkuat jajaran aparatur dalam pengurangan resiko bencana di Kabupaten Sleman, khususnya di wilayah Kecamatan Cangkringan.

Agar mitigasi dapat memberi manfaat secara optimal, maka mitigasi harus mengadopsi dan mem­per­hatikan nilai-nilai kea­rifan lokal yang terproyeksi dalam semangat gotong royong dan kebersamaan.

Karenanya pada kesempatan yang berbahagia ini, kita bersama juga akan menyaksikan penandatanganan MOU antara Desa Umbulharjo Cangkringan dengan Desa Umbulmartani Ngemplak, dilanjutkan penandatanganan MOU antara Desa Kepuharjo Cangkringan dengan Desa Bimomartani Ngemplak, Desa Wukisari Cangkringan dengan Desa Bimomartani Ngemplak serta Desa Argolumyo Cangkringan dengan Desa Tirtomartani Kalasan.

“Semoga melalui penandatangan MOU ini dapat semakin memperkuat jajaran, dalam upaya mitigasi bencana di Kabupaten Sleman,” tambah Sri Purnomo.

Print Friendly, PDF & Email

Related posts