Sleman – Masa peralihan musim atau pancaroba bisa berdampak negatif bagi kesehatan, terutama balita, lanjut usia atau orang dengan penyakit yang menyebabkan penurunan daya tahan tubuh. Penyakit yang sering muncul dan harus diwaspadai di musim pancaroba ini adalah Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dan diare.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr Mafilindati Nuraini MKes, mengatakan, penyakit ini disebabkan bakteri/virus yang menular langsung lewat debu atau makanan. Penderita ISPA biasanya mengalami gejala pilek, batuk, dan demam hingga berhari-hari.
“Jika tak segera diobati ISPA bisa menyebabkan radang paru (pneumonia) dan bisa berakibat kematian,” kata Linda di kantornya, kemarin.
Dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, lanjutnya, sepanjang Januari hingga April 2014, penderita ISPA, khususnya balita di Sleman mencapai 5.824 anak. Sedangkan balita yang menderita pneumonia mencapai 90 orang. Sementara untuk usia diatas 5 tahun, penderita ISPA mencapai 16.805 orang, dengan penderita pneumonia 8 orang.
“Masyarakat diimbau untuk waspada dengan membudayakan pola hidup sehat dan bersih,” terang Linda.
Selain penyakit ISPA dan diare, penyakit lain yang harus diwaspadai di musim pancaroba ini adalah Demam Berdarah Dengue (DBD), Chikungunya dan Leptospirosis. Ketiga penyakit ini ditularkan melalui vektor atau perantara. Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Chikungunya ditularkan oleh nyamuk, sedangkan bakteri Leptospira ditularkan melalui urin tikus.
 “Jumlah kasus DBD sepanjang 2014 sebanyak 212 kasus,” katanya.
Menurut Linda, dengan iklim tak menentu seperti saat ini, masih dimungkinkan terjadinya genangan air yang berpotensi sebagai tempat berkembangnya nyamuk. Maka dari itu, ia mengimbau masyarakat untuk menutup/menimbun barang-barang yang bisa menampung air.
Selain itu, tak kalah penting adalah membudayakan hidup bersih dengan selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum makan


